Sebuah warteg halal di Jepang menyajikan berbagai makanan enak khas Indonesia. Ternyata pendiri tempat makan ini adalah diaspora asal Klaten.
Kehadiran restoran Indonesia di luar negeri juga menjadi pengobat rindu bagi para perantau. Mereka bisa menikmati masakan rumahan dengan cita rasa khas Tanah Air.
Salah satunya Warteg Monggo Moro yang berada di kawasan Shinjuku, Tokyo, Jepang. Restoran ini menawarkan aneka lauk Nusantara dengan konsep warteg Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Good News From Indonesia, (2/11/2026), Monggo Moro didirikan Retno Wahyuningsih, perempuan asal Klaten, Jawa Tengah. Ia membangun usaha tersebut bersama suaminya yang merupakan warga Jepang pada 2018.
Di Jepang ada warteg halal yang didirikan oleh seorang diaspora asal Klaten, Jawa Tengah, Indonesia. Foto: Instagram @monggomoro._pasti._enak |
Menariknya, bisnis kuliner Retno berawal dari usaha rumahan. Ia dahulu sering membuat rempeyek untuk teman-temannya yang berkunjung ke Jepang.
Setelah pindah ke Jepang, Retno mulai menerima pesanan makanan Indonesia. Rempeyek buatannya ternyata disukai banyak orang hingga pesanan terus berdatangan.
Pelanggan yang tertarik bahkan datang dari rombongan wisatawan. Usaha rumahan tersebut kemudian berkembang menjadi restoran.
Namun, suami Retno sempat memberikan syarat sebelum mereka membuka restoran. Ia harus memastikan terlebih dahulu bahwa ada pelanggan yang menyukai masakannya.
Pada 2018, Monggo Moro akhirnya resmi berdiri di Tokyo. Nama Monggo Moro memiliki arti silakan datang dalam bahasa Jawa.
Konsepnya seperti 'Indonesia mini' di Jepang. Foto: Instagram @monggomoro._pasti._enak |
"Nama Monggo Moro kami ambil dari bahasa Jawa yang maknanya 'silakan datang' atau 'silakan mampir'. Kami ingin siapa pun yang melangkah masuk merasakan kehangatan keramahan Indonesia, baik bagi kawan-kawan perantau yang rindu kampung halaman maupun warga Jepang," tutur Retno.
Dari luar, restoran ini terlihat seperti warteg di Indonesia. Tulisan WARTEG JAWA dan MONGGO MORO terpampang dengan latar merah putih.
Staf restoran mengenakan seragam batik dengan penutup kepala tradisional. Ruang makan utamanya berada di lantai dua dengan kapasitas lebih dari 30 orang.
Sesuai konsep warteg, pengunjung bisa memilih lauk langsung dari etalase. Pilihannya terdiri dari ayam, bebek, cumi, hingga aneka sayuran.
Menu-menu yang disajikan di sini berupa ayam, bebek, cumi, aneka sayuran, hingga berbagai jenis sambal yang bahan-bahannya sudah memiliki sertifikat halal. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, Retno bersedia mempelajari resep makanan baru.
Harga makanan yang ditawarkan dibanderiol berbeda-beda sesuai jenis lauk pauk yang dipesan. Kalau kebingungan memilih, Monggo Moro menawarkan paket nasi lauk yang komplet seharga 1.500 Yen atau setara dengan Rp172 ribuan.




























































Panduan Lengkap Mudah Bayaran Internet Mendaftar Untuk Perolehi Sebaiknya Mengadakan
4d Next Prediction Tools Grand Get The Latest Like 6201 Four