Kualitas udara di Palembang masih berada pada level tidak sehat Senin (2/11/2026) pagi. Angka partikulat halus yang terpantau di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang menunjukkan kisaran angka terendah 64,2 µg/m³ hingga tertinggi 89,2 µg/m³.
"Kualitas udara pagi ini berada pada level kuning atau tidak sehat. Angka PM2.5 pukul 06.00 WIB menunjukkan angka 64,2 µg/m³ dan pukul 07.00 WIB 89,2 µg/m³," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Senin (2/11/2026).
Menurutnya buruknya kualitas udara yang terdeteksi itu masih diakibatkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau arah angin masih dari timuran, bisa jadi partikulat halus yang terdeteksi bersumber dari asap karhutla dari wilayah OKI, ditambah juga polusi dari asap kendaraan yang ada," katanya.
Namun, berkaca dari pemantauan pada Mei lalu, kualitas udara yang tercatat di titik yang sama berada pada kategori baik hingga sedang. Angka hariannya tidak pernah sampai di 50 µg/m³.
"Artinya kondisi saat ini masih dominan karena asap karhutla yang terjadi," tambahnya.
Wandayantolis mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, akibat belum membaiknya kualitas udara ini. Terlebih, angka PM2.5 masih berfluktuatif pada kategori sedang hingga tidak sehat dalam beberapa hari terakhir.
"Kondisi saat ini masih lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu yang sempat tercatat pada level berbahaya. Namun, kita mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara, apalagi jika karhutla masih terjadi," jelasnya.
Berdasarkan pantauan data di Stasiun PM2.5 Musi 2, angka partikulat halus masih mengalami naik turun. Tercatat pukul 00.00 WIB pada kategori kuning dengan 82,1 µg/m³. Angka PM2.5 kemudian membaik setelahnya atau berada pada kategori sedang dengan kisaran angka 34,9 µg/m³-52,1 µg/m³.



























































