Warga Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali menghadapi buruknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah sempat menikmati udara lebih bersih selama tiga hari, asap pekat kembali menyelimuti wilayah tersebut pada Senin (2/11/2026) pagi. Namun, penerbangan dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun dilaporkan masih berjalan normal.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat sebanyak 53 hotspot tersebar di sejumlah kecamatan. Dampak asap juga terlihat dari hasil pengamatan Stasiun Meteorologi (Stamet) Iskandar Pangkalan Bun. Jarak pandang mengalami penurunan, sementara kualitas udara tercatat memburuk dengan nilai PM mencapai 472.
Forecaster on Duty BMKG Kobar Ni Kadek Trisna Dewi mengatakan asap kembali terpantau dalam pengamatan cuaca pagi. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang berkurang dan kualitas udara memburuk setelah sebelumnya sempat membaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengamatan cuaca pagi ini di Stamet Iskandar melaporkan adanya asap dengan pengurangan jarak pandang dan kualitas udara yang memburuk. Dari 53 hotspot yang terdeteksi, Kecamatan Kumai menjadi wilayah paling banyak ditemukan titik panas dengan total 40 titik. Rinciannya, dua titik kategori rendah, 35 kategori menengah, dan tiga kategori tinggi," jelas Dewi.
Selanjutnya, Kecamatan Kotawaringin Lama tercatat memiliki delapan hotspot kategori menengah. Sementara Arut Selatan ditemukan lima titik yang seluruhnya masuk kategori menengah.
"Adapun tiga kecamatan lainnya, yakni Arut Utara, Pangkalan Banteng, dan Pangkalan Lada, belum terdeteksi memiliki hotspot. Secara keseluruhan, terdapat dua titik kategori rendah, 48 kategori menengah, dan tiga kategori tinggi," kata dia.
Peningkatan titik panas tersebut juga sejalan dengan masih ditemukannya kebakaran di sejumlah lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, mengungkapkan kebakaran terjadi di kawasan Kalimati serta ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama pada Minggu (1/11).
"Kemarin ada kebakaran hutan dan lahan di Kalimati dan Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama. Kami terus pantau dan lakukan pemadaman bersama Satgas Karhutla," ujar Samuel.
BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Kobar dan sekitarnya pada Senin hingga Selasa secara umum berawan. Hujan dengan intensitas tidak merata masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah. Potensi hujan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi kering di kawasan rawan karhutla.
Bandara Masih Beroperasi Normal
Meski asap kembali pekat tadi pagi, siang ini sudah mulai menipis. Konektivitas udara Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dua bulan terakhir.
Maskapai yang sebelumnya membatalkan sejumlah penerbangan kini mulai menjadwalkan kembali operasionalnya di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Batik Air menjadi maskapai pertama yang dijadwalkan melayani penerbangan pada Senin (2/11/2026). Sementara itu, penumpang NAM Air dan Sriwijaya Air Group diharapkan kembali mendapatkan layanan penerbangan mulai Selasa (3/11).
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, membenarkan adanya rencana pengoperasian kembali sejumlah maskapai tersebut.
"Hari ini sesuai planning baru Batik Air yang beroperasi sore. Beroperasinya kembali maskapai tersebut menjadi perkembangan positif setelah aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar sempat terdampak kondisi cuaca dan kabut asap akibat karhutla," kata Asri Alie, Senin (2/11/2026).
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
[Gambas:Video 20detik](des/des)




























































