Malam hari menjadi waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah beraktivitas sepanjang hari. Namun, sejumlah kebiasaan yang dilakukan menjelang tidur justru dapat mengganggu kualitas istirahat dan berdampak pada kesehatan, termasuk fungsi ginjal.
Dikutip dari laman Vietnam Vn, ahli nefrologi Hung Yung Hsiang mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan pada malam hari, mulai dari pola tidur, pilihan makanan dan minuman, hingga aktivitas fisik. Apa saja kebiasaan yang sebaiknya dihindari pada malam hari agar kesehatan tubuh tetap terjaga?
1. Begadang dalam Waktu Lama
Begadang dan kurang tidur bisa memengaruhi ritme sirkadian dan kesehatan secara keseluruhan. Menurut dr Hung, hal ini juga meningkatkan beban pada tubuh, terutama jika dikombinasikan dengan faktor-faktor seperti tekanan darah tinggi atau gaya hidup tidak sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Makan Makanan Tinggi Garam dan Lemak pada Larut Malam
Makanan panggang, mi instan, atau makanan olahan lainnya sering mengandung banyak garam. Kebiasaan makan larut malam juga bisa menyebabkan tubuh memperoleh asupan energi berlebih sehingga memengaruhi berat badan dan kesehatan metabolisme.
dr Hung menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan tersebut, terutama bagi orang yang mengidap penyakit ginjal, memiliki tekanan darah tinggi, atau mempunyai faktor risiko penyakit kardiovaskular. Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola makan seimbang sepanjang hari, bukan hanya berfokus pada satu waktu makan.
Pola makan tinggi garam (natrium) bisa menimbulkan masalah kesehatan, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit ginjal. Ginjal mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, termasuk natrium dan kalium. Pola makan tinggi garam dapat mengganggu keseimbangan ini dan meningkatkan tekanan darah, sehingga menambah beban kerja ginjal dan meningkatkan risiko gangguan ginjal.
3. Terlalu Banyak Minum
Minum terlalu banyak air menjelang tidur dapat membuat sebagian orang terbangun berulang kali untuk buang air kecil sehingga mengganggu kualitas tidur. Teh, kopi, dan alkohol juga dapat memengaruhi kualitas tidur atau meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Meski demikian, seseorang sebaiknya tidak membatasi konsumsi air secara berlebihan hanya karena khawatir sering buang air kecil pada malam hari. Kebutuhan air setiap orang bergantung pada kondisi kesehatan, cuaca, dan tingkat aktivitas fisik.
Kurang minum juga bisa berdampak buruk pada ginjal. Dehidrasi dapat membuat urine lebih pekat sehingga ginjal perlu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Seiring waktu, urine yang pekat dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
Daripada membatasi cairan secara drastis, lebih baik memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari dan mengurangi asupan menjelang tidur jika sering terbangun untuk buang air kecil.
4. Menahan Kencing pada Malam Hari
Hindari menahan kencing saat terbangun pada malam hari. Kebiasaan ini tidak selalu menyebabkan gagal ginjal secara langsung, tetapi retensi urine yang berkepanjangan tidak boleh diabaikan.
Dikutip dari laman Times of India, menahan urine dalam waktu lama dapat meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan menghambat pengosongan urine secara tuntas. Kondisi tertentu yang menyebabkan urine tertahan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan berpotensi memengaruhi ginjal.
Menurut dr Hung, jika seseorang sering mengalami gejala seperti sulit buang air kecil atau merasa urine tidak keluar hingga tuntas, ia perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
5. Olahraga Intensitas Tinggi Menjelang Tidur
Olahraga bermanfaat bagi kesehatan, tetapi melakukannya secara berlebihan atau meningkatkan intensitas latihan secara tiba-tiba dapat berdampak buruk bagi tubuh. Salah satu komplikasi yang jarang terjadi adalah rabdomiolisis (rhabdomyolysis), yaitu kondisi ketika otot mengalami kerusakan parah dan melepaskan zat-zat ke dalam aliran darah yang dapat memengaruhi fungsi ginjal.

























































