Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mulai berangsur normal. Setelah sebelumnya terganggu kabut asap akibat karhutla, beberapa sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (2/11/2026).
Kembali dibukanya pembelajaran di sekolah menjadi kabar baik bagi siswa dan orang tua. Meski demikian, kondisi udara yang belum sepenuhnya terbebas dari asap membuat penerapan protokol kesehatan tetap menjadi perhatian.
Salah satu wali murid SD di Pangkalan Bun, Endang, mengatakan anaknya sudah kembali mengikuti pembelajaran langsung di sekolah. "Iya, anak saya hari ini sudah PTM, tapi harus tetap diwajibkan menggunakan masker walaupun asap berkurang," katanya, Senin (2/11/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penggunaan masker masih diperlukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi anak-anak dari dampak paparan asap, terutama jika kondisi udara kembali memburuk.
Tidak hanya sekolah yang sudah memulai PTM, sejumlah satuan pendidikan lainnya juga mulai bersiap kembali menggelar pembelajaran langsung pada Selasa (3/11/2026).
Namun, PTM tidak diberlakukan secara serentak. Masing-masing sekolah diminta mempertimbangkan kondisi kabut asap di lingkungan sekitar sebelum memutuskan kembali pembelajaran di kelas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kobar, M Alamsyah, mengatakan pihaknya telah memberlakukan aturan khusus terkait kegiatan belajar mengajar selama kondisi kabut asap. Ia menegaskan sekolah diberikan kewenangan untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan situasi udara di wilayah masing-masing. Keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi pertimbangan utama.
"Aturan sudah kita berlakukan dan setiap sekolah punya kebijakan. Kalau asap pekat, ya tetap PJJ," ujar Alamsyah, Senin (2/11/20126).
Artinya, sekolah yang kondisi udaranya masih diselimuti asap pekat tetap diminta melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), meskipun sebagian sekolah lainnya sudah kembali menggelar PTM. Disdikbud Kobar berharap kondisi kabut asap terus membaik seiring berkurangnya titik kebakaran. Dengan demikian, seluruh sekolah dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara normal.
"Orang tua dan pihak sekolah SD dan SMP sederajat kami ingatkan untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatan siswa. Penggunaan masker dan pemantauan kualitas udara tetap diperlukan agar kembalinya aktivitas belajar di sekolah tidak justru berdampak pada kesehatan anak," pungkasnya.




























































