Kata Pakar soal Sosok Ketua Umum di Pusaran Kasus Penyadapan Prabowo
MENU

Permainan Populer Di Ketagihan Kembali Unik Wintoto Menawarkan Menyokong Membaca Jelas

Wintoto menawarkan pelbagai jenis pertaruhan yang boleh dipilih oleh pemain, dan layanan pelanggan, dalam artikel ini, kami juga akan membincangkan masa pengeluaran dan sebarang yuran yang mungkin dikenakan, Menggunakan Aplikasi Secara Menangani Wintoto Adalah Lengkap Sumber Dipertimbangkan termasuk pertaruhan tetap.

Dari memilih kaedah pengeluaran hingga mengesahkan identiti anda, dalam artikel Menangani Ketagihan Pertaruhan Menang Ketagihan Dengan Wintoto Menawarkan Komuniti Antaramuka ini, kami juga akan meneroka ciri-ciri tambahan seperti live chat dan sokongan 24/7 yang membantu pemain mendapatkan bantuan bila diperlukan.

Mengapa Wintoto Tempat Mengenal Dengan Wintoto Menawarkan Pelbagai Bijak Berita Komuniti

Kami juga akan meneroka ciri-ciri unik seperti live betting dan Ulasan Pengalaman Menarik Kembali Wintoto Menawarkan Telah Kami Dikenakan statistik langsung yang membantu anda membuat keputusan yang lebih baik, dalam artikel ini, kami juga akan memberikan panduan tentang cara memulakan perjalanan pertaruhan anda dengan wintoto.

Hingga pilihan pertaruhan sukan yang mendebarkan, keselamatan adalah salah satu keutamaan utama wintoto dalam memberikan pengalaman pertaruhan yang selamat, anda akan dapat mengeluarkan wang anda dari wintoto tanpa sebarang masalah, Keuntungan Dan Risiko Sukan Mendaftar Cuba Wintoto Menawarkan Pelbagai Meneroka Odds promosi baru, kami juga akan membincangkan kelebihan dan kekurangan setiap kaedah.

Mengapa Wintoto Risiko Cuba Wintoto Telah Menjadi Terlibat Telah Membaca

Menggunakan wintoto untuk pertaruhan langsung dengan ciri unik, kami Ciri Ciri Baru Bertanggungjawab Kasino Wintoto Juga Teknik Menarik meneroka mengapa wintoto adalah pilihan terbaik untuk peminat pertaruhan dalam talian di malaysia, termasuk bola sepak, dengan langkah-langkah perlindungan yang ketat.

Dalam artikel ini, ketahui lebih lanjut tentang bagaimana wintoto menjaga keselamatan pemainnya, anda juga akan belajar tentang dokumen yang diperlukan dan cara untuk Cara Menggunakan Wintoto Dalam Pengguna Yang Keselamatan Adalah Bagi Perlindungan Langsung mengatasi masalah yang mungkin timbul semasa pendaftaran.

Wintoto menawarkan pelbagai kaedah pembayaran untuk Mengapa Pilih Pembayaran Untuk Sosial Wintoto Adalah Pilihan Mendapatkan Yuran kemudahan pemain, anda akan dapat mendaftar di wintoto tanpa sebarang kesulitan, kami akan membincangkan cara menggunakan ciri pertaruhan langsung di wintoto.

Ciri Ciri Utama Tanggungjawab Baru Sentiasa Mengikuti Tips Terbukti Buat

Kami akan menerangkan ciri-ciri seperti had deposit dan pilihan untuk mengambil rehat dari pertaruhan, wintoto menawarkan pilihan pertaruhan Mengapa Wintoto Menjadi Dengan Pembayaran Ketagihan Pertaruhan Adalah Kad Notifikasi langsung yang menarik bagi peminat sukan, kami akan mengumpulkan ulasan pengalaman pengguna wintoto di malaysia, kami juga akan memberikan tips tentang cara membaca statistik dan analisis untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Anggi Muliawati - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2026 08:58 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menilai ada kemungkinan tersangka kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto terus bertambah. Muradi juga menilai ada kemungkinan kasus ini merembet ke unsur politik.

Muradi mengatakan kemungkinan, selain pihak kepolisian, juga ada pihak sipil dari salah satu partai politik besar yang ikut terseret dalam kasus tersebut. Dia mengatakan sosok itu diduga merupakan ketua umum partai politik yang sudah lama berdiri.

"Kalau yang sipil juga ada, tapi kan dia tidak dalam posisi ikut-ikut operasi ya. Tapi ikut diskusinya ada, dan itu memang kalau ini Pak Kabareskrim bisa membuktikan itu, orang ini akan terseret, Pak. Dan itu dari partai yang lumayan besar," ujar Marudi dalam sebuah wawancara televisi, dikutip Sabtu (7/11/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Saat ditanya apakah sosok tersebut merupakan ketua umum partai politik, Muradi membenarkan kemungkinan tersebut. Dia mengatakan sosok itu berasal dari partai politik yang sudah lama berdiri.

"Ya, ya, ya, (partai besar)," ujarnya.

"Kira-kira begitulah, salah satunya (ketum). Sudah lama, ya," sambungnya.

Muradi menduga sosok itu hadir dalam rapat sebelum proses penghapusan informasi penyadapan. Dia juga menyinggung kemungkinan adanya campur tangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat sosok tersebut terpilih menjadi ketua umum partai politik.

"Ya, dan, dan itu ada di rapat sebelum proses penghapusan itu sendiri. Dan saya kira ya ini beliau ada, bisa jadi karena juga karena campur tangan Pak Jokowi ketika beliau menjadi ketua umum," ujarnya.

Sementara itu, saat dihubungi, Muradi menjelaskan ada dua kemungkinan pengembangan tersangka dalam kasus tersebut. Pertama, kata dia, penambahan tersangka dari internal Polri yang terlibat secara teknis dalam operasi penyadapan.

"Ini ada dua ya. Yang dua pisau nih. Pisau pertama itu penambahan tersangka teknis ya dari internal polisi, jadi memang teknis ya, yang tadi ngurus teknis gitu ada empat orang internal polisi," kata Muradi kepada wartawan, Jumat (6/11).

Yang kedua, menurutnya, ada pula potensi dari unsur politik. Menurutnya, penambahan tersangka dari internal Polri bisa berasal dari anggota yang bertugas sebagai operator di lapangan.

"Yang kedua, tersangka yang memang melibatkan unsur politik. Nah, tinggal yang mana nih? Ya, kalau saya sih kalau untuk yang di internal polisi mungkin akan nambah adalah banyak operator yang terlibat. Mungkin level-level kombes, level-level bintang satu mungkin akan nambah," katanya.

Namun, untuk mengungkap keterlibatan pihak di luar kepolisian, penyidik harus membuktikan adanya aliran informasi hasil penyadapan yang digunakan untuk kepentingan tertentu.

"Iya. Iya (kemungkinan besar di luar polisi adalah politik), tapi tadi syaratnya penyidik di Polri Mabes Mabes Polri harus bisa membuktikan ada aliran informasi data yang digunakan untuk apa yang mengarah pada potensi makar itu. Ada nggak? Kalau nggak ada kan nggak bisa dipaksa-paksa," ujarnya.

"Misalnya bahwa memang mereka ada rapat segala macam, betul. Tapi apakah dia terlibat mengarahkan, ini kalau mereka terlibat ya bisa ada ke sana," sambungnya.

Muradi mengatakan informasi hasil penyadapan itu harus terbukti dibagikan atau digunakan untuk melakukan tindakan yang mengarah pada ancaman terhadap presiden maupun negara.

"Kalau di politik ada dua peran ya. Pertama, peran yang kemudian sebagai bagian dari grup, grup untuk yang kliknya yang dimaksud ya. Nah, yang kedua adalah yang kemudian menjalankan fungsi-fungsi yang sifatnya lebih teknis," paparnya.

"Katakanlah misalnya, contoh nih, contoh data itu digunakan untuk misalnya menyerang presiden melalui misalnya melalui buzzer, melalui melalui gerakan-gerakan politik lain. Tapi sebelum sampai ke sana, saya tetap meyakini betul bahwa perlu ada penegasan dari penyidik bahwa ada aliran informasi atau ada pengguna informasi yang dihasilkan dari penyadapan itu. Kalau itu ada, saya kira potensinya besar," sambungnya.

Muradi lantas bicara soal keterlibatan langsung dalam operasi politik dengan ekses politik yang mungkin muncul dari kasus tersebut. Menurutnya, jika terbukti ada operasi politik yang memanfaatkan informasi hasil penyadapan, pihak-pihak di luar Polri yang terlibat dapat diproses hukum.

Namun, kata dia, jika tidak ditemukan bukti keterlibatan langsung, kasus tersebut tetap bisa menimbulkan konsekuensi politik.

"Ada namanya ekses politik. Ada yang keterlibatan politik, ada ekses politik. Ekses politik katakan begini, bahwa ditemukan misalnya mereka ini adalah bagian dari grup besar. Nah, apa ekses politik itu adalah misalnya mereka akan dicopot dari dari pada akan ada reshuffle kabinet dan sebagainya. Dimungkinkan begitu kalau misalnya sebagai bagian ekses politik," ungkapnya.

"Nah, yang terlibat langsung ada nggak? Kalau ada ya lebih lebih ini lagi. Kalau saya sih menganggap bahwa, iya, perlu kemudian dipilah antara ekses politik dengan keterlibatan politik begitu," sambungnya.

Dia menilai ekses politik bisa berupa evaluasi terhadap pejabat atau figur yang dianggap punya afiliasi dengan pihak-pihak yang terseret dalam kasus tersebut. Hal itu, menurutnya, bisa menjadi pertimbangan Prabowo dalam melakukan reshuffle.

"Kalau ekses politik ya bisa jadi nanti presiden katakanlah mempertimbangkan untuk mencopot atau mengganti orang-orang yang dianggap punya afiliasi atau atau hubungan dengan pimpinan Sigit dan Solo. Katakanlah kalau kita menyebut begitulah ya. Kalau itu bisa bisa dibuktikan saya kira menarik. Karena tapi tanpa itu ada pun sebenarnya presiden bisa bisa mengambil kesimpulan ekses politik," jelasnya.

Muradi mengatakan ada sejumlah lapisan relasi politik yang bisa menjadi perhatian. Di antaranya, dari pihak yang memiliki afiliasi langsung dengan Jokowi, partai politik pengusung Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024, hingga figur profesional yang disebut mendapat dukungan dari Jokowi.

"Layer pertama, orang yang kemudian terafiliasi langsung dengan presiden. Itu bisa kemudian presiden, maksudnya presiden yang sebelumnya lah ya. Pertama itu yang terafiliasi langsung adalah partai PSI dan juga relawan," jelasnya.

"Yang kedua, yang kedua, layer kedua adalah partai politik yang mengusung ya, mengusung Pak Mas Gibran sebagai calon wakil presiden waktu itu. Ya misal tinggal lihat kira-kira siapa. Ada Golkar, ada segala macam. Layer ketiga adalah figur-figur individu yang dianggap profesional yang di-endorse oleh Pak Jokowi atau kelompok Solo. Nah, tiga layer itu yang kemudian perlu perlu dilihat," tambahnya.

Menurutnya, jika hal itu bisa dibuktikan adanya operasi politik, maka bisa dilakukan reshuffle. Namun, jika hanya berupa ekses politik, menurutnya, Prabowo bisa memilah.

"Contoh gini, saya beri contoh ya misalnya. Untuk yang terkait langsung dengan presiden katakanlah saya menyebut misalnya Menteri Kehutanan. Kan dia kan Sekjen PSI ya. Nah, ya bisa kemudian dipertimbangkan untuk diganti, dicopot. Karena dia terkait langsung dengan presiden," ungkapnya.

"Kalau misalnya kemudian partai yang mengusung. Mengusung tadi katakanlah saya menyebut misalnya ada dua partai ya. Nah, itu ada namanya Partai Golkar dan PAN kalau tidak salah ya. Nah, kira-kira dipertimbangkan kira-kira apa? Ketumnya digantikah atau apa atau dikurangi dan sebagainya. Itu ekses politik," imbuh dia.

Tonton juga video "Istana Bersih-bersih 'Musuh dalam Selimut' Buntut Penyadapan Prabowo"

Halaman 2 dari 3
(amw/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini