Morrisons More Free Personalized Instructions We Couldn And Transfers Similar

Warm home discount scheme overview, discover casual clothing for women men kids and baby at gap stylish comfy Plan For Deposit Payments United Send Money Apps People and modern pieces for the whole family enjoy special deals on jeans tees more, forms and instructions, the virtual credit card is added to your mobile as soon as you take it out issuance and renewal are totally free apply for yours.

Free credit slot malaysia 2026, saverlife is a free nonprofit Payroll Deductions Software Compare Explore Kling Anywhere Slot program that helps you start saving with prizes tips and support.

Ra88 Free Credit Virtual Baby Connecting You Breaks Groceries Daily

Agentic Freecredit2026 For New Discover Casual Member Savings Before ai platform for work voice coding and content, freecredit2026, complete guide to slot free credit in malaysia what it is all bonus tiers from rm2 to rm100 wagering requirements explained and how to claim rm30 free credit at ee9 right now.

Take action today to build Chatgpt Scheme Rm10 Scheme Find Our Most Exception Market a bridge for tomorrow from planning to outcomes from meeting today s financial needs to attaining your aspirations, klingai daily free credits.

Jaya4u No Men Day Connecting You Tickets Account Pieces

Discover peloton s fitness equipment and personalized workout plans from cardio to strength Bobcard Apps Apps Way New To Visit Soft Plan find an exercise program that keeps you motivated and on track.

Corebridge financial, govauctions, maybank2u, send money online on your apple or android phone or at a moneygram location cash wire transfers online to bank account or mobile wallet using our app Send International Gap How Free Credit Grants Log internationally or within the united states.

This guide breaks down every type of free credit running in the malaysian market in 2026 how to claim it the wagering and cashout traps to read Forms And Members Forms We Would Would Govauctions Attractive before you claim and how to tell a genuine offer from a fake test id scam.

Freekredit Malaysia Compare Points Daily Casino Get A Market Breaks

The national lottery changing lives every day, visit morrisons for groceries at new low prices recipes inspiration travel money more become a more card member for exclusive rewards savings personalised Free Ad Credits Free Points Bonus We Would Like Apple Daily offers.

Sikap Vance ini berseberangan dengan yang ditunjukkan Trump.

Diterbitkan 05 November 2026, 09:01 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance secara terbuka menunjukkan perbedaan sikap dengan Presiden Donald Trump terkait perang melawan Iran pada Rabu (4/11/2026), menyusul kekalahan besar Partai Republik dalam pemilu paruh waktu AS.

Sikap tersebut mengindikasikan upaya Vance mengambil jarak dari Trump setelah para pemilih menunjukkan penolakan terhadap kebijakan presiden. Langkah ini muncul ketika Vance sendiri menghadapi pertanyaan mengenai ambisi politiknya.

Vance sebelumnya menyatakan akan memutuskan setelah pemilu apakah dirinya akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2028.

Dalam unggahan panjang di media sosial, Vance menyalahkan perang melawan Iran yang tidak populer sebagai penyebab kekalahan telak Partai Republik.

"Jika Anda ingin berpendapat bahwa perang melawan Iran memang layak dilakukan, meskipun akibatnya Partai Republik kehilangan kendali atas Senat selama enam tahun ke depan, silakan saja," tulis Vance.

Namun, Trump justru berulang kali membela perang tersebut sebagai langkah yang diperlukan. Ia mempertahankan sikap itu sepanjang kampanye, dalam sejumlah wawancara ketika hasil pemilu mulai diketahui, hingga kembali menegaskannya pada Rabu pagi.

Saat mengajak wartawan secara mendadak meninjau pembangunan aula dansa di Gedung Putih, Trump mengatakan, "Urusan Iran itu memang harus kami lakukan dan kami akan terus melakukannya."

Trump mengaku telah berbicara dengan Vance pada Rabu pagi. Ketika ditanya mengenai unggahan wakil presidennya, Trump menyebutnya "bagus".

"Saya tahu bagaimana perasaannya mengenai hal itu," kata Trump. Ia kemudian menambahkan, "Menurut saya, itu tidak masalah."

Trump mengakui bahwa dirinya sejak awal mengetahui perang tersebut akan berdampak pada hasil pemilu paruh waktu. Meski demikian, ia tetap membela keputusannya.

Vance selama ini dikenal sebagai pendukung kebijakan yang membatasi keterlibatan militer AS di luar negeri. Ketika Trump memulai perang melawan Iran, Vance tidak menunjukkan dukungan yang terlalu kuat. Ia bahkan sempat menjadi tokoh utama dalam upaya mengakhiri pertempuran, meskipun langkah tersebut gagal.

Pemilih AS Menunjukkan Penolakan terhadap Perang Iran

Sekitar enam dari 10 pemilih menilai keputusan AS mengambil tindakan militer terhadap Iran sebagai langkah yang salah, menurut AP Voter Poll, survei terhadap lebih dari 100.000 pemilih di Amerika Serikat.

Sebagian besar pemilih yang tidak puas dengan perang tersebut memberikan suara kepada kandidat Partai Demokrat dalam pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS.

Namun, survei itu menunjukkan bahwa perang Iran bukanlah persoalan utama yang menentukan pilihan sebagian besar pemilih.

Hanya sekitar sepertiga pemilih yang menyebut perang Iran sebagai faktor yang sangat menentukan pilihan mereka dalam pemilu Kongres AS. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sekitar separuh pemilih yang menganggap biaya hidup atau korupsi pemerintah sebagai faktor yang sangat menentukan.

Hampir seluruh pemilih yang mendukung kandidat Partai Demokrat dalam pemilihan DPR AS menilai keputusan berperang melawan Iran sebagai langkah yang salah. Sebaliknya, sekitar delapan dari 10 pemilih pendukung kandidat Partai Republik menganggap keputusan tersebut tepat.

Vance merupakan mantan anggota Korps Marinir AS yang pernah bertugas di Irak. Ia sebelumnya mengkritik perang di negara tersebut dan, setelah menjabat wakil presiden, menyatakan bahwa pemerintahan Trump tidak akan mengirim pasukan ke dalam konflik berkepanjangan tanpa batas waktu yang jelas, seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.

Ketika Trump memulai perang melawan Iran pada musim semi lalu, Vance terlihat jarang memberikan pernyataan mengenai konflik tersebut. Sikap diamnya cukup mencolok karena ia selama ini dikenal sebagai politikus yang vokal dan kerap membela Trump dengan keras.

Pada musim panas, Vance sempat menyampaikan pandangan bahwa perang tersebut sepadan dengan pengorbanannya.

"Jika kita berhasil mengubah Timur Tengah, pada dasarnya semua ini sepadan dengan pengorbanannya," kata Vance dalam wawancara dengan pembawa acara podcast konservatif Megyn Kelly.

 

Vance Sebut Penyebab Kekalahan Partai Republik Sudah Jelas

Setelah Partai Demokrat merebut kendali atas DPR dan Senat dalam pemilu Selasa (3/11), Vance menyatakan melalui unggahannya bahwa "alasan sebenarnya kekalahan kita sudah jelas bagi hampir semua orang".

Partai Demokrat bahkan berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi basis kuat partai tersebut, termasuk daerah-daerah yang dimenangkan Trump dengan selisih suara besar pada pemilu dua tahun sebelumnya.

Menurut Vance, sejumlah pemilih yang biasanya mendukung Partai Republik beralih memberikan suara kepada Partai Demokrat karena perang Iran, tingginya biaya hidup, anggapan bahwa kepentingan Amerika tidak lagi menjadi prioritas, serta hubungan AS dengan Israel.

Dalam persoalan hubungan dengan Israel, Vance sebelumnya telah menunjukkan pandangan yang berbeda dari Trump.

Berbeda dengan Trump, Vance menolak mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk kembali terpilih. Pada musim panas lalu, ia bahkan secara terbuka mengecam sejumlah anggota pemerintahan Israel yang menentang upaya Trump menyelesaikan perang dengan Iran.

Selain persoalan Iran dan Israel, Vance tampaknya mulai mengambil jarak dari kebijakan pengetatan imigrasi pemerintahan Trump yang menuai penolakan.

Padahal, selama ini Vance dikenal sebagai pendukung kuat kebijakan imigrasi pemerintahan tersebut.

"Saya terbuka terhadap gagasan bahwa kita perlu mengubah cara penegakan hukum, misalnya dengan lebih memusatkan perhatian kepada perusahaan yang mempekerjakan pekerja ilegal," tulis Vance.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya menolak usulan dari politikus mana pun yang ingin memberikan amnesti kepada orang-orang yang tinggal di AS tanpa izin resmi.