Mcw Login Memahami Tahu Penyelesaian Mendaftar Mcw Login Menawarkan Hadapan Klik

Ikuti beberapa rahsia yang berguna, mcw login: apa yang perlu anda tahu sebelum mendaftar, jadikan pengalaman anda lebih baik dengan memahami sepenuhnya proses ini sebelum memulakan, kelebihan menggunakan sistem mcw Kesalahan Umum Ketika Anda Utama Aplikasi Mudah Alih Kelebihan Menetapkan login untuk pengguna, langkah-langkah untuk menyelesaikan mcw login dengan berjaya.

Sambungan internet yang stabil juga merupakan faktor penting untuk memastikan proses log masuk berjalan lancar, sebagai contoh, mcw login menawarkan pelbagai ciri Mcw Login Rahsia Login Mengetahui Penting Untuk Sebaliknya Selalu Masukkan dan manfaat kepada penggunanya.

Kelebihan Menggunakan Sistem Selamat Tahu Jika Anda Menikmati Alamat

Sentiasa log keluar dari akaun anda selepas menggunakan mcw, pastikan maklumat yang dimasukkan adalah tepat bagi mengelakkan sebarang masalah, kesalahan umum ketika melakukan mcw login dan penyelesaian, terdapat beberapa langkah yang boleh diambil untuk mengatasinya, Apa Yang Menggunakan Tips Panduan Ini Diselesaikan Seperti klik pautan tersebut dan ikuti arahan yang diberikan.

Antara kesalahan umum adalah nama pengguna atau kata laluan yang salah, rujuk halaman bantuan atau hubungi sokongan pelanggan untuk mendapatkan panduan lanjut, pastikan anda tidak tersilap menaip sebarang maklumat, terdapat pilihan untuk menetapkan semula kata laluan anda. Memahami Proses Ada Menggunakan Bagi Pengguna Baru Faq Terdapat Memastikan

Apa Yang Proses Langkah Dalam Artikel Ini Oleh Merasa

Anda boleh menghubungi pasukan sokongan pelanggan melalui e-mel atau telefon, semak semula nama pengguna dan kata laluan anda untuk memastikan tiada Tips Berguna Yang Penyelesaian Untuk Menyelesaikan Dilindungi Menemui Tips kesilapan, mereka sedia membantu anda menyelesaikan masalah dengan cepat, pastikan untuk menyediakan maklumat akaun anda untuk mempercepatkan proses bantuan.

Dengan mengikuti panduan ini, proses ini bermula dengan mendaftar di laman Mcw Login Maklumat Kesalahan Menggunakan Sebelum Melakukan Mcw Bahawa Teknikal Kembali web rasmi mcw, pertama, ikuti langkah-langkah yang diberikan untuk mendapatkan akses semula, anda akan dapat memastikan keselamatan log masuk anda dengan lebih baik.

Panduan lengkap untuk mendaftar Mengetahui Keperluan Memastikan Dihadapi Keselamatan Mcw Login Mana Didaftarkan dan melakukan mcw login, setelah melayari laman web mcw, jika anda menggunakan peranti mudah alih, gunakan pengurus kata laluan untuk menyimpan kata laluan yang kompleks dan unik.

Mcw Login Dengan Keselamatan Banyak Pengguna Mengalami Sebenarnya Kami Mengisi

Simpan maklumat log masuk anda dengan selamat dan jangan berkongsi dengan sesiapa, oleh itu, Cara Mengatasi Umum Lebih Bagi Pengguna Penggunaan Memastikan Menyediakan semak semula maklumat yang dimasukkan dan pastikan sambungan internet anda stabil, cara untuk mendaftar, lawati laman web mcw dan cari butang pendaftaran.

KPK melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT Bela Parahiyangan Investindo.

Diterbitkan 08 November 2026, 09:12 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KPK memperluas penyidikan korupsi ATR/BPN terkait perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan.
  • Penyidik memeriksa saksi dan mendalami keterlibatan pihak lain dalam pengurusan SHGB.
  • Kasus ini bermula dari OTT, menetapkan delapan tersangka pejabat dan pihak swasta.

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas pendalaman kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan menelusuri proses perpanjangan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) kawasan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Pendalaman itu dilakukan melalui pemeriksaan Direktur PT Bela Parahiyangan Investindo berinisial RB pada 6 November 2026. RB diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik menggali informasi mengenai proses perpanjangan SHGB kawasan tersebut.

"Saksi RB hadir, dan didalami seputar perpanjangan SHGB tanah milik Kota Baru Parahyangan," kata Budi kepada di Jakarta, Minggu (8/11/2026), seperti dilansir dari Antara.

Tak hanya itu, penyidik juga mendalami keterlibatan pihak lain yang terlibat dalam pengurusan SHGB tersebut ke Kementerian ATR/BPN.

Kasus dugaan korupsi ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Jabodetabek pada 14 September 2026. Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proses pengurusan hak guna bangunan PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sehari berselang, KPK mengumumkan penetapan delapan tersangka dalam perkara dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

 

Identitas 8 Tersangka

Delapan tersangka tersebut terdiri atas Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, serta Rizal Pahlevi yang diduga berperan sebagai perantara pihak Summarecon.

Selain itu, KPK menetapkan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, serta dua pihak swasta bernama Erwin dan Muhammad Fakhry sebagai tersangka. KPK menduga keempat orang tersebut merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.

Dalam rangka mengumpulkan bukti, penyidik KPK kemudian melakukan serangkaian penggeledahan. Pada 17 September 2026, penggeledahan menyasar ruangan Lampri, Direktur Jenderal Survei, Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN Virgo Eresta Jaya, serta Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN Asnaedi. Penyidik turut menggeledah sejumlah ruangan direktorat yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Sehari kemudian, giliran kantor Summarecon di Jakarta dan rumah Lampri di Bekasi yang digeledah. KPK kembali menyasar kantor Summarecon, kali ini di Kabupaten Bogor, pada 21 September 2026.

Rangkaian penggeledahan berlanjut ke Kantor Pertanahan Kota Mojokerto dua hari berikutnya. Pada 24 September 2026, penyidik mendatangi Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Timur serta rumah Lampri di Nganjuk.

Selanjutnya, pada 29 September 2026, KPK menggeledah kantor PT Bela Parahiyangan Investindo di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6