Liputan6.com, Asuncion - Presiden ParaguaySantiago Pena dimakzulkan oleh Senat pada Jumat (6/11/2026) menyusul kolapsnya Bank Ueno, lembaga keuangan yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah. Krisis tersebut menyebabkan hampir separuh dari sekitar 6 juta penduduk Paraguay kehilangan akses terhadap uang simpanan mereka.
Tak lama setelah diberhentikan dari jabatannya, Pena dikenai tahanan rumah atas dugaan penyalahgunaan kepercayaan, perdagangan pengaruh, dan sejumlah pelanggaran lainnya.
Sebanyak 44 senator yang hadir dalam sidang sepakat memberhentikan Pena karena dinilai melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden.
Advertisement
Keputusan tersebut mengakhiri pemerintahan Pena yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu pemerintahan paling stabil di Amerika Selatan.
Pengumuman hasil pemakzulan disambut sorak-sorai warga yang memadati alun-alun di luar gedung Kongres. Para nasabah bank, pensiunan, dan mahasiswa yang mengenakan kaus tim nasional sepak bola Paraguay mengibarkan bendera, bernyanyi, serta saling berpelukan.
"Jangan pernah ada lagi kediktatoran!" seru massa yang merayakan keputusan tersebut seperti dilaporkan Associated Press.
Krisis politik ini bermula ketika otoritas pengawas keuangan mengambil alih Bank Ueno tiga hari sebelum pemakzulan Pena. Langkah tersebut mengguncang sistem keuangan Paraguay dan memicu krisis politik terburuk di negara itu dalam lebih dari satu dekade.
Pena Jadi Tahanan Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392620/original/086544100_1794108471-Untitled.jpg)
Pena diperintahkan tetap berada di salah satu kediamannya di Asuncion, ibu kota Paraguay, hingga menjalani pemeriksaan oleh jaksa pada Sabtu pagi.
Ia menghadapi tuduhan penyalahgunaan kepercayaan, perdagangan pengaruh, serta pemanfaatan jabatan publik untuk keuntungan pribadi. Tuduhan paling serius di antara perkara tersebut memiliki ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.
Para anggota parlemen menuduh Pena menggunakan pengaruh politiknya untuk mengarahkan dana publik senilai ratusan juta dolar AS ke Bank Ueno. Pada saat bersamaan, otoritas pengawas diduga mengabaikan praktik pemberian pinjaman berisiko kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan bank tersebut.
Pena membantah telah melakukan pelanggaran.
Pada Jumat malam, polisi berjaga di sekeliling kediaman Pena ketika massa mulai berkumpul di luar rumah. Para demonstran mengibarkan bendera dan berjanji bertahan hingga pagi untuk memastikan mantan presiden itu tidak melarikan diri.
Jaksa turut memerintahkan penangkapan Carlos Carvallo, mantan pemimpin perusahaan pembiayaan yang kemudian berkembang menjadi Bank Ueno. Pada 2023, Pena menunjuk Carvallo sebagai gubernur bank sentral Paraguay.
Namun, belum diketahui apakah Carvallo telah ditangkap.
Sementara itu, Wakil Presiden Pedro Alliana dilantik menjadi presiden pada Jumat untuk melanjutkan sisa masa jabatan Pena yang berakhir pada Agustus 2028.
"Paraguay yang kini kami pimpin menghadapi berbagai persoalan mendesak," kata Alliana.
Alliana sendiri tengah diselidiki terkait perkara Bank Ueno. Ia kini harus memimpin pemerintahan di tengah tekanan publik yang menuntut pengembalian simpanan nasabah dan hukuman bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas krisis tersebut.
Sebelum Senat menjatuhkan putusan, Pena menyampaikan pesan perpisahan. Ia mengatakan tidak ingin keberadaannya menjadi penyebab perpecahan atau ketidakstabilan yang lebih besar.
"Saya berpamitan dengan rasa terima kasih, tanpa mengabaikan penderitaan mereka yang saat ini masih menantikan jawaban," tulis Pena.
Sementara itu, kemarahan masyarakat terus meningkat dari hari ke hari.
Ketika Senat membahas pemakzulan pada Jumat, para demonstran berunjuk rasa di pusat kota Asuncion. Mereka menuntut pengembalian uang simpanan yang dibekukan serta pertanggungjawaban atas krisis Bank Ueno.
"Santi Pena ke Tacumbu!" teriak para demonstran.
Seruan tersebut merujuk pada Tacumbu, penjara utama di ibu kota Paraguay yang kini menjadi tempat penahanan pendiri sekaligus mantan CEO Bank Ueno, Miguel Vazquez.
"Ini merupakan pengkhianatan besar terhadap kepercayaan masyarakat," tutur Yinal Lopez, pekerja perusahaan listrik negara yang dana pensiun karyawannya turut ditempatkan di Bank Ueno.
"Presiden telah mempermainkan rakyat," tambahnya.
Advertisement
Rekening Nasabah Dibekukan, Kemarahan Publik Meluas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391399/original/035876000_1793923547-Untitled.jpg)
Pengambilalihan Bank Ueno oleh otoritas pengawas membuat para nasabah kehilangan akses terhadap uang mereka. Nasabah tidak dapat menarik uang tunai, mengakses tabungan, ataupun melakukan pembayaran menggunakan kartu bank.
Bank digital tersebut sebelumnya gencar menarik masyarakat berpenghasilan rendah dan mereka yang belum memiliki rekening bank. Salah satu strategi pemasarannya adalah menawarkan potongan harga besar untuk pembelian kebutuhan sehari-hari di supermarket.
Menurut Bank Ueno, lebih dari 1 juta warga Paraguay membuka rekening bank pertama mereka melalui layanan tersebut.
Dampak pembekuan rekening bahkan dirasakan sejumlah pemain tim nasional sepak bola Paraguay. Mereka mengaku tidak dapat mengakses uang simpanannya.
Bank Ueno merupakan sponsor tim nasional Paraguay yang tahun ini mencatat kemenangan mengejutkan atas Jerman dalam ajang Piala Dunia.
Namun, dampak kolapsnya bank tersebut tidak terbatas pada para nasabah perorangan.
Sebuah aplikasi transportasi daring yang bergantung pada layanan Bank Ueno terpaksa menghentikan operasinya. Akibatnya, sekitar 3.000 pengemudi kehilangan pekerjaan.
Perusahaan listrik negara Paraguay menyatakan dana pinjaman senilai 21 juta dolar AS dari Bank Pembangunan Inter-Amerika dan Taiwan turut tertahan di Bank Ueno. Dana tersebut semula dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek publik.
Gejolak kemudian merambat ke pasar keuangan. Sepanjang pekan ini, obligasi Paraguay mencatat salah satu penurunan nilai terburuk di antara negara-negara berkembang, sementara mata uang guarani melemah terhadap dolar AS.
Di tengah krisis tersebut, sebagian nasabah mulai mendapatkan kembali uang simpanan mereka pada Kamis. Pengembalian tahap awal diberikan kepada nasabah dengan simpanan hingga 10 juta guarani atau sekitar 1.500 dolar AS.
Simpanan nasabah dijamin hingga sekitar 35.000 dolar AS. Menurut bank sentral Paraguay, batas penjaminan tersebut mencakup 97 persen nasabah Bank Ueno.
Bank sentral menegaskan bahwa kolapsnya Bank Ueno merupakan kasus tersendiri dan tidak mencerminkan kondisi perbankan secara keseluruhan. Otoritas tersebut menyatakan sistem keuangan Paraguay tetap aman.
Dalam perkara terpisah yang menjerat jajaran petinggi Bank Ueno, jaksa telah mendakwa 27 orang, termasuk Vazquez, atas sejumlah tindak pidana seperti penyalahgunaan kepercayaan dan percobaan penipuan.
Seorang hakim memerintahkan enam mantan direktur bank, termasuk Vazquez, ditahan selama proses hukum berlangsung. Dua orang lainnya dikenai tahanan rumah dengan alat pemantau elektronik.
Pihak berwenang turut menyita sejumlah mobil mewah, sebuah kapal pesiar, dan dua pesawat kecil yang terkait dengan Vazquez.
Bank Ueno Berkembang Pesat Berkat Dana Publik
Bank Ueno awalnya merupakan lembaga keuangan yang relatif tidak dikenal. Namun, hanya dalam beberapa tahun, bank tersebut berkembang menjadi salah satu bank terbesar di Paraguay berdasarkan nilai simpanan nasabah.
Pertumbuhan pesat itu ditopang oleh penempatan dana publik senilai lebih dari 800 juta dolar AS di bank tersebut.
Bank Ueno berhasil menjangkau lebih dari dua pertiga penduduk dewasa Paraguay. Logonya pun terlihat di berbagai tempat, mulai dari stadion sepak bola nasional hingga kartu bank yang digunakan pedagang kaki lima.
Di balik perkembangan tersebut, hubungan antara Bank Ueno dan pemerintahan Pena menjadi sorotan.
Dalam dakwaan pemakzulan, anggota parlemen menyoroti kepemilikan saham Pena di perusahaan induk Bank Ueno. Pena diketahui telah melepas saham tersebut pada tahun lalu setelah mendapat tekanan.
Penunjukan Carlos Carvallo sebagai gubernur bank sentral turut dipersoalkan. Dengan jabatan tersebut, Carvallo memimpin lembaga yang bertanggung jawab mengawasi Bank Ueno, tempat ia sebelumnya memiliki peran penting dalam pengembangan bisnis.
Anggota parlemen turut menuduh Pena membiarkan dana pensiun negara menempatkan simpanan sebesar 355 juta dolar AS di Bank Ueno, melampaui batas yang diizinkan undang-undang.
Sejumlah analis menilai hubungan Bank Ueno dengan pejabat tinggi pemerintahan membuat pengawasan terhadap lembaga keuangan tersebut menjadi longgar, meskipun kekhawatiran mengenai kondisi keuangannya terus meningkat.
"Di bawah Pena, bank sentral mulai kehilangan kredibilitas dan netralitasnya, kemudian melonggarkan seluruh mekanisme pengawasan demi menguntungkan kelompok usaha yang menjadikan Bank Ueno sebagai salah satu pilar bisnisnya," kata Jose Tomas Sanchez, profesor teori politik di Universitas Nasional Asuncion.
Pena sendiri masih membela Bank Ueno hingga beberapa pekan sebelum bank tersebut kolaps.
Bulan lalu, ia mengatakan kepada wartawan bahwa penyelidikan otoritas pengawas terhadap Bank Ueno tidak serta-merta berarti bank tersebut akan ditutup. Ia bahkan menuding media telah menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
Advertisement
Krisis Perbankan Berujung pada Pemakzulan Pena
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391398/original/028674700_1793923139-Untitled.jpg)
Perubahan nasib politik Pena berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
Pada akhir Oktober, ia masih dikenal sebagai sekutu dekat Washington dan bertemu dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent. Namun, tak lama kemudian, Pena kehilangan kursi kepresidenan dan harus menjalani tahanan rumah.
Rangkaian peristiwa yang mengakhiri pemerintahannya dimulai sebelum fajar pada Selasa, ketika otoritas pengawas mengambil alih Bank Ueno.
Pada Kamis sore, Pena menawarkan pengunduran diri setelah Partai Colorado, partai konservatif yang selama ini mendukung pemerintahannya, mulai berbalik menentangnya.
Perubahan sikap tersebut dipimpin oleh mantan Presiden Horacio Cartes, ketua Partai Colorado sekaligus mentor politik Pena selama bertahun-tahun.
Sehari kemudian, Senat memilih memakzulkan Pena. Keputusan itu membuatnya kehilangan kekebalan hukum yang masih dapat dinikmatinya seandainya Senat menerima pengunduran dirinya.
Di balik perubahan sikap Partai Colorado, hubungan politik antara Pena dan Cartes telah mengalami ketegangan.
Pena, mantan ekonom Dana Moneter Internasional (IMF), membangun karier politik berkat dukungan Cartes, seorang pengusaha tembakau yang pernah menjabat sebagai presiden Paraguay.
Cartes mengangkat Pena sebagai menteri keuangan dan dua kali mendukung pencalonannya sebagai presiden.
Namun, setelah menduduki kursi kepresidenan, Pena secara diam-diam berupaya melepaskan diri dari pengaruh Cartes dengan membangun basis kekuatan politiknya sendiri, menurut para analis.
Bank Ueno, yang berkembang pesat berkat aliran dana publik, kemudian menjadi salah satu penopang utama kekuatan politik Pena.
"Ini seperti drama Shakespeare. Dia berusaha menyingkirkan mentornya, orang yang selama ini menjadi pelindung politiknya," ungkap Miguel Carter, direktur DEMOS, sebuah lembaga penelitian di Paraguay.
"Namun, dia melakukannya dengan pijakan yang sangat rapuh," lanjut Carter.
Ketegangan antara kedua tokoh tersebut semakin terlihat pada September, ketika para senator yang setia kepada Cartes mulai secara terbuka mempertanyakan praktik pemberian pinjaman Bank Ueno kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan bank tersebut.
Para senator meminta penjelasan bank sentral mengenai risiko dari praktik pemberian pinjaman itu.
Ketika Bank Ueno kolaps pekan ini, Pena kehilangan salah satu penopang kekuatan politiknya. Kondisi tersebut memperlemah posisinya di tengah meningkatnya tekanan publik dan perubahan dukungan di dalam Partai Colorado.
Cartes, yang sebelumnya pernah dijatuhi sanksi oleh Departemen Keuangan AS atas dugaan korupsi, kemudian secara terbuka menyerukan pemakzulan Pena, sosok yang dahulu ia dukung untuk menjadi presiden.
"Cartes memberikan pukulan terakhir yang memastikan kejatuhannya," kata Andrew Nickson, pakar Paraguay dari Universitas Birmingham.
"Pena tidak memiliki kekuatan politik sendiri yang bisa diandalkan. Akibatnya, ia ditinggalkan tanpa dukungan."
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360361/original/012138900_1790634421-IMG-20260928-WA0086_1.jpg__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382447/original/017524100_1792996400-Anies_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392618/original/043787700_1794108051-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292496/original/090511000_1783600392-NTB_Karbon.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9392188/original/006156600_1794023500-pg07-krisis-paraguay-46bcf2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391140/original/052037300_1793873819-Ueno_Bank-5_November_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391087/original/021778000_1793871623-AP26308842912984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391094/original/009884700_1793871728-AP26307501969510.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391402/original/072190500_1793927622-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391398/original/028674700_1793923139-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391088/original/030224900_1793871681-AP26307508574674.jpg)