Rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, dipastikan tidak berlanjut. Keterbatasan pasokan air menjadi kendala utama yang membuat lokasi tersebut tidak direkomendasikan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih. Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menerbitkan surat resmi yang menyatakan TPA Sarimukti tidak direkomendasikan sebagai lokasi PSEL karena tidak memiliki sumber air yang mencukupi kebutuhan operasional teknologi tersebut.
"Nampaknya kalau Sarimukti memang sudah ada surat resmi ya dari KLH yang menyatakan memang tidak direkomendasikan, karena tidak terpenuhinya sumber airnya," ungkap Ai, Jumat (6/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan pasokan air itu tidak mudah diselesaikan. Opsi mendatangkan air dari sumber di luar kawasan TPA Sarimukti juga dinilai tidak realistis karena kondisi geografis lokasi yang curam. Jarak dan perbedaan ketinggian akan membuat biaya pembangunan infrastruktur penyaluran air membengkak.
"Kayaknya nggak, karena kan diperhitungkan, selain jarak dan ketinggiannyaa, head-nya itu cukup tinggi yang akan sangat mahal nanti investasinya begitu. Jadi ya menurut arahan dari Pak Gubernur juga ya sudah katanya, kita cari opsi lain," katanya.
Dengan kondisi tersebut, Pemprov Jabar mulai mengalihkan perhatian ke alternatif lokasi lain. Ada dua opsi yang disiapkan, yakni mencari kawasan baru dengan ketersediaan air yang memadai atau memaksimalkan pembangunan PSEL di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka.
"Jadi alternatifnya bisa apakah kita mencari alternatif lokasi lain yang bisa memenuhi kebutuhan air, kebutuhan yang lainnya, atau ya udah kita nanti optimalkan di Legok Nangka aja begitu," katanya.
Ai mengatakan, persoalan rencana PSEL Sarimukti juga telah dilaporkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Lembaga tersebut berperan mengoordinasikan pelaksanaan program tersebut.
"Dan mungkin untuk masalah PSEL Sarimukti ini sudah kita laporkan juga sih ke Kemenko Pangan ya, yang mengorkestrasi," pungkasnya.
Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
[Gambas:Video 20detik](bba/mso)























































