Kontak dengan ulat berbulu mungkin terdengar sepele. Namun, siapa sangka bulu-bulu kecil pada tubuh ulat bisa menimbulkan gangguan serius pada mata jika mengenai bagian tersebut.
Dikutip dari laman Medical Daily, seorang guru berusia 56 tahun di Nepal sedang memotong dahan pohon alder di dekat rumahnya ketika sebuah ranting yang dipenuhi ulat berbulu cokelat bersisik jatuh mengenai wajahnya.
Setelah kejadian tersebut, mata kanannya menjadi merah, sensitif terhadap cahaya, dan terasa seperti ada benda asing yang tersangkut di dalamnya. Gejala tersebut semakin memburuk dalam 24 jam berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan dokter mata menemukan bulu-bulu ulat yang tembus cahaya dan memiliki duri kecil, yang disebut setae. Bulu-bulu tersebut tertanam di lapisan dalam kelopak mata atas serta lapisan terluar kornea, yaitu bagian bening berbentuk kubah yang menutupi bagian depan mata. Hasil pemindaian juga memastikan bahwa beberapa bulu ulat telah menembus jaringan kornea.
Kasus ini dilaporkan oleh para peneliti dari Tribhuvan University, B.P. Koirala Lions Centre for Ophthalmic Studies, dan B.P. Eye Foundation di Nepal. Laporan tersebut dipublikasikan pada 29 Desember 2025 dalam jurnal American Journal of Ophthalmology Case Reports.
Pemeriksaan Menemukan 8 Helai Bulu Ulat di Mata
Pemeriksaan menggunakan mikroskop khusus mata menemukan enam hingga delapan helai bulu ulat (setae) tertanam di lapisan dalam kelopak mata atas. Selain itu, terdapat beberapa bulu ulat yang tersangkut di lapisan terluar kornea. Permukaan kornea juga menunjukkan bintik-bintik kerusakan kecil, disertai keberadaan sel-sel peradangan dalam cairan di bagian depan mata.
Tim dokter kemudian melakukan anterior segment optical coherence tomography, yakni pemindaian untuk menghasilkan gambaran penampang struktur bagian depan mata. Hasilnya mengonfirmasi bahwa bulu-bulu ulat tersebut tertanam di bagian depan stroma kornea, yaitu lapisan tengah kornea yang paling tebal.
Dokter juga memeriksa lapisan terdalam kornea menggunakan pemeriksaan mikroskopi spekular (specular microscopy).
Hasilnya menunjukkan kornea pada mata yang mengalami cedera membengkak hingga ketebalan 602 mikrometer, dibandingkan 531 mikrometer pada mata yang sehat.
Selain itu, sel-sel pada lapisan terdalam kornea mengalami perubahan ukuran dan bentuk menjadi lebih tidak beraturan. Hanya 56 persen sel yang masih memiliki bentuk heksagonal atau bersisi enam seperti normal, dibandingkan 66 persen pada mata yang sehat.
Ahli entomologi mengidentifikasi serangga tersebut sebagai larva muda Gazalina chrysolopha, spesies ngengat yang ulatnya berwarna cokelat dan bergerak secara berkelompok dalam barisan.
Dokter Mengangkat Sebagian Bulu Ulat
Para dokter mengambil bulu-bulu ulat dari lapisan dalam kelopak mata dalam dua sesi. Namun, menurut para penulis, mencabut bulu yang tertanam terlalu dalam justru berisiko menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada manfaat. Oleh karena itu, sebagian bulu dibiarkan tetap berada di dalam mata.
Pria yang tidak disebutkan namanya itu mendapatkan pengobatan berupa obat tetes mata antibiotik, steroid, pelebar pupil, dan pelumas mata. Ia juga diberikan obat antiradang yang dikonsumsi secara oral.
Setelah satu bulan menjalani pengobatan, penglihatannya kembali normal dengan ketajaman 6/6. Kerusakan pada permukaan kornea juga telah pulih, sementara ketebalannya berkurang menjadi 540 mikrometer.
Perubahan ukuran sel-sel pada lapisan terdalam kornea juga menunjukkan perbaikan, meskipun belum sepenuhnya kembali normal.

























































