Flu Burung Merebak di Peternakan Cerpelai AS, Pakar Khawatir Bisa Picu Pandemi
MENU

Padu33 Hadiah Log About Experience Beyond Slots Padu33 Boost Deposit Playing

About us, mygmofficial com, comprehensive review of the padu33 com login experiencepadu33 com offers malaysian Padu33 Slot Jackpot Login Live Padu33 Android Bring Journey players a straightforward online casino experience with fast payouts and responsive mobile gameplay though it lacks a dedicated app and has limited vip benefits as an avid online gambler i decided to put padu33 com login to the test in 2026 exploring everything from the registration process to withdrawals and.

Padu33 the most solid trusted digital entertainment hub in malaysia, experience padu33 malaysia s trusted online casino platformpadu33 offers malaysian players a reliable online Padu33 Trusted Kasino Waiting Padu33 Membuka Clean Built casino experience with fast withdrawals fair bonuses and diverse gaming options in a secure environment starting as a first time player at padu33 i wanted to see if this platform lived up to its growing reputation in the malaysian.

Padu33 Review Bosskumy Trusted Hub When This Visiting Tables Padu

Padu33 slot review malaysia s trusted online gaming platform in 2026, padu33 malaysia s trusted online casino offering padu33 slot games Padu33 Trusted Com Reliable When This Everything Can Seeking with rm500 welcome bonus secure gaming instant withdrawals join now.

Pendaftaran pengkalan data utama padu kni boleh dibuat Padu33 Slot Offers Mygmofficial Padu33 Is Malaysia Extensive Lobby Friendly sama ada melalui atas talian online atau melalui kaunter padu yang dibuka, padu33 android app download install apk in malaysia, padu33 is a premier online casino platform offering a comprehensive gaming portfolio designed specifically for the malaysian market we provide our services in english and operate with malaysian ringgit myr as our primary currency ensuring a seamless and localized experience for all our players.

Padu33 Slot And Facebook Players Padu33 Malaysia Hundreds Services

Padu33 slot online dengan touch n go ewallet di malaysia 2026, padu33 claim padu33 free credit rm5, Padu33 Com Review Mygmofficial Rm5 Ewallet We Launched Friendly Seamless Around padu33 slot jackpot besar bonus harian menanti anda.

Download, we launched padu33 in 2024 to give malaysian players a secure rewarding place Padu33 Slot Secure Dive Sertai Padu33 Untuk Dedicated Malaysian to enjoy slots live dealer games and table classics our platform combines generous bonuses with a diverse game library and fast payouts.

At padu33 joining our premium online gaming platform is quick and secure as long Padu33 Claim Padu33 Players Withdrawal Padu33 Offers A Besar Here Terbaik as you are in a country where online betting is permitted the streamlined registration process is designed for convenience allowing you to complete your padu33 registration in just a few seconds on your smartphone or pc.

Padu33 Slot Slot Menanti Beyond Slots Padu33 Multiple Service Sama

Padu33 offers a rich and diverse library of games that caters to players of all preferences and experience levels whether you enjoy spinning the reels Download Most Myr Fast Padu33 Slot Android Tables Overall testing your luck at the tables or engaging in real time play padu33 ensures a satisfying gaming experience.

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 29 Okt 2026 21:28 WIB
Mink farm. Production of elite fur. Animal in a cage, in the hands of a man
Cerpelai. Foto: Getty Images/iStockphoto/Neznam
Jakarta -

Wabah flu burung merebak selama lebih dari dua bulan di sebuah peternakan cerpelai (mink) di Utah, Amerika Serikat. Para ahli memperingatkan wabah tersebut berpotensi memicu pandemi pada manusia. Namun, pemerintah setempat dinilai belum mengambil langkah serius untuk menghentikan penyebarannya.

Investigasi ProPublica yang dipublikasikan pada 26 Oktober 2026 mengungkap wabah tersebut terjadi di C&T Fenn Farms, peternakan yang memelihara ribuan cerpelai untuk diambil bulunya. Lokasinya sekitar satu jam perjalanan ke selatan Salt Lake City.

Virus flu burung yang telah menyebar di peternakan-peternakan Amerika Serikat selama empat tahun terakhir diketahui telah menyebabkan dua orang meninggal setelah tertular dari hewan yang terinfeksi. Sejauh ini, belum ditemukan bukti bahwa virus tersebut dapat menular antarmanusia secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Virus itu masih beradaptasi untuk menginfeksi sel burung, bukan sel di saluran pernapasan manusia. Padahal, agar dapat menyebar luas pada manusia, virus perlu mengalami perubahan yang memungkinkannya menginfeksi saluran pernapasan dan menular melalui batuk maupun bersin.

Namun, para ahli memperingatkan kondisi tersebut dapat berubah melalui mutasi virus.

ADVERTISEMENT

Salah satu skenario yang dikhawatirkan adalah munculnya hewan perantara yang rentan terhadap virus flu burung sekaligus virus yang menginfeksi manusia. Dalam kondisi tertentu, mutasi dapat menghasilkan varian baru yang mampu menembus penghalang antarspesies.

Cerpelai menjadi salah satu hewan yang dikhawatirkan berperan dalam proses tersebut. Hewan ini memiliki paru-paru dan saluran pernapasan dengan karakteristik seluler yang sangat mirip dengan manusia. Cerpelai juga diketahui dapat terinfeksi dan menularkan jenis virus influenza lain, serta pernah terinfeksi COVID-19.

Kondisi peternakan dengan ribuan hewan yang hidup berdekatan dinilai dapat meningkatkan peluang virus menyebar dan mengalami perubahan genetik.

Respons Pemerintah Dinilai Lamban

Menurut laporan ProPublica, otoritas pertanian Utah telah mengetahui adanya kematian cerpelai akibat flu burung di C&T Fenn Farms sejak pertengahan Agustus. Informasi tersebut terungkap melalui dokumen komunikasi yang diperoleh berdasarkan undang-undang keterbukaan informasi publik negara bagian.

Meski demikian, pemerintah setempat dinilai tidak segera mengambil langkah untuk menghentikan wabah dan mengurangi risiko penularan ke manusia.

Dokter hewan negara bagian Utah, Amanda Price, berupaya meminta bantuan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Namun, USDA menyatakan tidak memiliki kewenangan regulasi khusus untuk cerpelai maupun vaksin yang disetujui untuk diberikan kepada hewan tersebut.

Sementara itu, pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sempat berkomunikasi dengan sejumlah pejabat kesehatan Utah yang terlibat dalam penanganan wabah. Namun, berdasarkan investigasi tersebut, CDC tidak pernah berbicara langsung dengan Price, dan Price juga tidak menghubungi lembaga tersebut.

Tidak adanya aturan federal khusus untuk menangani flu burung pada cerpelai turut mempersulit respons pemerintah.

Padahal, penanganan wabah flu burung pada unggas memiliki prosedur yang lebih jelas. Jika satu ekor ayam dinyatakan positif terinfeksi, pemerintah AS mewajibkan pemusnahan seluruh unggas dalam satu kawanan untuk mencegah penyebaran ke peternakan lain dan melindungi kesehatan masyarakat. Peternak juga mendapat kompensasi atas kerugian tersebut.

Namun, kebijakan serupa tidak diterapkan pada peternakan cerpelai di Utah.

Price mengatakan wabah tersebut telah memberikan dampak besar bagi pemilik peternakan. Menurutnya, usaha itu merupakan hasil kerja keras pemilik selama bertahun-tahun.

"Ini adalah hasil kerja seumur hidupnya yang kini dia lihat hancur," kata Price kepada ProPublica.

Dia berharap masyarakat dapat memahami dampak kemanusiaan yang dialami pemilik peternakan akibat wabah tersebut.

Pakar Minta Cerpelai Dimusnahkan

Sejumlah pakar influenza menilai pemerintah seharusnya segera memusnahkan cerpelai yang dipelihara di peternakan tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk menghentikan penyebaran virus dan mengurangi peluang munculnya varian baru yang berpotensi menular ke manusia.

Tom Peacock, peneliti influenza unggas di Pirbright Institute, mengatakan negara-negara lain yang menghadapi kasus H5N1 di peternakan hewan berbulu telah melakukan pemusnahan dalam waktu relatif cepat.

"Fakta bahwa langkah pertama bukan langsung memusnahkan hewan dan mencari tahu persoalannya kemudian sangat mengkhawatirkan bagi saya," ujarnya.

Namun, menurut laporan tersebut, pemerintah Utah tidak pernah secara serius mempertimbangkan pemusnahan seluruh cerpelai.

Perwakilan industri perdagangan bulu memperingatkan Price bahwa langkah tersebut dapat menghancurkan usaha peternakan hingga berdampak pada industri secara keseluruhan. Pasalnya, peternak membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mengembangkan garis keturunan cerpelai dengan karakteristik genetik tertentu.

Price mengakui pilihan penanganan yang tersedia terbatas. Dia mengatakan pejabat USDA tidak mendesaknya untuk memusnahkan cerpelai maupun memberikan kesan bahwa infeksi flu burung pada hewan tersebut memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan infeksi pada hewan lain, seperti bebek dan sapi.

Pekerja Peternakan Tak Dipantau Secara Aktif

Selain tidak adanya langkah pemusnahan, investigasi tersebut juga menemukan bahwa pekerja peternakan tidak dipantau secara aktif untuk mendeteksi gejala flu burung. Padahal, CDC memiliki panduan pemantauan bagi orang yang terpapar hewan terinfeksi.

Risiko paparan terhadap pekerja dinilai cukup besar. Cerpelai dapat bersin, melarikan diri dari kandang, hingga menyerang orang yang mendekatinya.

Seorang pekerja peternakan cerpelai di sekitar lokasi, yang berbicara dalam bahasa Spanyol, menunjukkan bekas luka akibat serangan hewan tersebut.

"Anda menjadi takut karena hewan sialan itu menggigit dan mencakar," katanya kepada ProPublica.

Di negara bagian Washington, otoritas kesehatan saat ini tengah melacak kontak seseorang yang mengalami gejala setelah terpapar sapi perah yang terinfeksi flu burung. Pasien tersebut menjalani isolasi di rumah.

Sebelumnya, otoritas kesehatan masyarakat Utah juga melakukan pemantauan aktif terhadap orang-orang yang berisiko terpapar. Namun, langkah tersebut dihentikan setelah muncul keluhan dari rekan-rekan mereka di departemen pertanian bahwa para peternak merasa terganggu.

Epidemiolog penyakit pernapasan di Departemen Kesehatan Utah, Pamela Gomez Pinedo, mengatakan pemantauan aktif membuat sejumlah peternakan enggan bekerja sama dengan petugas kesehatan.

"Pemantauan aktif yang kami lakukan membuat peternakan tidak ingin bekerja sama dengan mereka," ujarnya.

Akibatnya, petugas kesehatan masyarakat mengalami kesulitan memperoleh informasi terperinci dari otoritas pertanian.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena keterlambatan mendeteksi infeksi pada manusia dapat mempersempit kesempatan untuk mengendalikan penyebaran virus sejak dini. Para ahli menilai penanganan wabah pada hewan perlu mempertimbangkan bukan hanya kerugian ekonomi peternak, tetapi juga risiko kesehatan masyarakat yang lebih luas.

Halaman 2 dari 2
(naf/naf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Mau Coba IPL di Rumah? Pahami Dulu Cara Kerja SmoothSkin Pure Ice
Perawatan dan Kecantikan

Mau Coba IPL di Rumah? Pahami Dulu Cara Kerja SmoothSkin Pure Ice

Bekas Jerawat Merah dan Menghitam? Kenali Perawatan yang Tepat dengan Dr.Althea 345 Relief Cream
Perawatan dan Kecantikan

Bekas Jerawat Merah dan Menghitam? Kenali Perawatan yang Tepat dengan Dr.Althea 345 Relief Cream

Matcha Selalu Menggumpal? Ini 6 Cara Menyeduh Matcha Halus Tanpa Gumpalan
Perawatan dan Kecantikan

Matcha Selalu Menggumpal? Ini 6 Cara Menyeduh Matcha Halus Tanpa Gumpalan

Mau Manikur Sendiri di Rumah? Pahami Cara Pakai Nail Drill
Perawatan dan Kecantikan

Mau Manikur Sendiri di Rumah? Pahami Cara Pakai Nail Drill

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Casts of Descendants of the Sun Indonesia Shine at Jakarta Fashion Week 2027

Casts of Descendants of the Sun Indonesia Shine at Jakarta Fashion Week 2027

2026 Malaysian MotoGP Breaks Record by Attracting Nearly 200,000 Fans

2026 Malaysian MotoGP Breaks Record by Attracting Nearly 200,000 Fans

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads