KPK mengamankan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Penangkapan ini terkait dugaan suap yang diterima Lalu Ahmad dari sejumlah proyek di Lombok Barat.
"Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat," kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip dari detikNews pada Selasa (21/7/2026).
Terdapat 19 orang yang diamankan oleh KPK, terdiri dari kalangan Pemkab Lombok Barat hingga pihak swasta. Lalu Ahmad sendiri ditangkap di rumah dinasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pihak-pihak yang diamankan mulai dari pagi ini termasuk Bupati diamankan pagi ini di rumah dinas. Kemudian pihak-pihak lain juga diamankan di sejumlah lokasi di wilayah Lombok Barat. Dari pihak yang diamankan ini kemudian tim melakukan pemeriksaan awal di Mako Brimob Lombok Barat," sebutnya.
Lalu Ahmad Zaini merupakan Bupati Lombok Barat yang baru menjabat tahun lalu. Dilansir dari detikBali, sebelumnya pria kelahiran 1970 ini dikenal sebagai pengusaha air minum di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang mulai dari 2007 sampai 2024. Jabatan tertinggi yang pernah dipegangnya di perusahaan tersebut adalah Direktur Utama (Dirut).
Pengalamannya ini juga mengantarkannya menjadi Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) periode 2021-2025. Di akhir masa jabatan sebagai Ketua Perpamsi, Lalu Ahmad baru masuk ke dunia politik.
Sebagai pejabat, Lalu Ahmad pasti melaporkan catatan kekayaan kepada KPK melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dilihat detikcom pada Selasa (21/7/2026), total kekayaannya sebanyak Rp 25.567.639.655 atau Rp 25 miliar.
Asal kekayaan terbesarnya berasal dari aset properti, yakni sebanyak Rp 14.592.030.000 atau Rp 14 miliar. Berikut rinciannya.
1. Tanah dan bangunan seluas 60 m²/60 m² di Kota Mataram, hasil sendiri senilai Rp 600.000.000
2. Tanah dan bangunan seluas 72 m²/72 m² di Kota Mataram, hasil sendiri Rp 830.900.000
3. Tanah dan bangunan seluas 87 m²/87 m² di Kota Mataram, hasil sendiri Rp 920.000.000
4. Tanah dan bangunan seluas 88 m²/88 m² di Kota Mataram, hasil sendiri Rp 920.000.000
5. Tanah dan bangunan seluas 1.000 m²/1.000 m² di Kota Mataram, hasil sendiri Rp 515.000.000
6. Tanah dan bangunan seluas 590 m²/590 m² di Kota Mataram, hasil sendiri Rp 360.000.000
7. Tanah dan bangunan seluas 500 m²/500 m² di Kota Mataram, hasil sendiri Rp 425.000.000
8. Tanah dan bangunan seluas 139 m²/139 m² di Kota Mataram, hasil sendiri Rp 890.000.000
9. Tanah seluas 1.368 m² di Kota Mataram, hasil sendiri Rp 1.955.950.000
10. Tanah dan bangunan seluas 60 m²/60 m² di Lombok Barat, hasil sendiri Rp 680.000.000
11. Tanah seluas 2.5.25 m² di Lombok Barat, hasil sendiri Rp 95.000.000
12. Tanah seluas 600 m² di Lombok Barat, hasil sendiri Rp 22.750.000
13. Tanah seluas 3.334 m² di Lombok Barat, hasil sendiri Rp 127.000.000
14 Tanah seluas 3.297 m² di Lombok Barat, hasil sendiri Rp 125.000.000
15. Tanah seluas 5.720 m² di Lombok Tengah, hibah tanpa akta Rp 220.000.000
16. Tanah seluas 9.813 m² di Lombok Tengah, hibah tanpa akta Rp 370.000.000
17. Tanah seluas 10.172 m² di Lombok Tengah, hibah tanpa akta Rp 650.000.000
18. Tanah seluas 9.1110 m² di Lombok Barat, hasil sendiri Rp 395.800.000
19. Tanah seluas 2.996 m² di Lombok Barat, hasil sendiri Rp 104.000.000
20. Tanah seluas 710 m² di Kota Mataram, hasil sendiri Rp 640.630.000
21. Tanah dan bangunan seluas 222 m²/222 m² di Kota Surabaya, hasil sendiri Rp 1.400.000.000
22. Tanah dan bangunan seluas 539 m²/300 m² di Lombok Barat, hasil sendiri Rp 970.000.000
23. Tanah dan bangunan seluas Rp 132 m²/40 m² di Kota Mataram, hasil sendiri Rp 875.000.000
24. Tanah seluas 2.000 m² di Lombok Barat, hasil sendiri Rp 410.000.000.
Selain itu, ia juga melaporkan koleksi kendaraannya yang jika ditotal jumlahnya Rp 1,28 miliar, berikut rinciannya.
- Mobil Toyota Avanza 1,3 G AT tahun 2019, hasil sendiri senilai Rp 95 juta
- Motor Hinda Scoopy 110 CC tahun 2021, hasil sendiri senilai Rp 10 juta
- Mobil Toyita Alphard tahun 2023, hasil sendiri senilai Rp 900 juta
- Mobil Honda HRV 1,5 L tahun 2024, hasil sendiri senilai Rp 275 juta
Ada pula harta bergerak lainnya Rp 557,5 juta dan kas dan setara kas Rp 9.138.109.655 atau Rp 9,1 miliar.





























































