Warga Malaysia memilih alternatif lari di dalam mal demi menghindari kabut asap yang masih melanda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Para pelari memanfaatkan area mal untuk tetap melakukan aktivitas olahraga daripada harus berhadapan dengan kabut asap di luar ruangan.
Hal ini terjadi di kawasan Petaling Jaya, tepatnya di pusat perbelanjaan Atria Mall. Penyelenggara acara, Keith Tan, mengaku tergerak membuat acara ini karena melihat masih banyak warga sebelumnya berlari di luar, padahal kualitas udara sedang buruk.
"Kami berinisiatif mengadakan kegiatan lari di dalam ruangan bersama Atria Mall dan pihak mal sangat mendukung penyelenggaraan acara ini," ungkap Keith Tan kepada Reuters, dikutip 20detik, Jumat (30/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang peserta bernama Nicholas Chan mengaku merasakan pengalaman yang sangat berbeda dengan berlari di dalam mal. Biasanya Chan menggunakan bantuan GPS untuk berlari dan memastikan jarak yang sudah ditempuh. Namun kali ini, ia tidak menggunakan GPS sehingga datanya menjadi tidak akurat.
"Selain itu, karena di dalam gedung ini menggunakan AC, udaranya jadi agak kering. Jadi bikin lebih cepat haus dibanding saat lari di luar ruangan," tutur Nicholas Chan.
Meski demikian, Chan mengapresiasi penyelenggara lari di dalam Atria Mall. Menurutnya, pengaturan lalu lintas pelari sangat rapi sehingga tidak terjadi chaos atau tabrakan selama ajang berlangsung.
"Penyelenggara mengaturnya dengan sangat baik, terutama dalam mengawasi akses area eskalator," lanjutnya.
(des/des)


























































