Kabut asap mulai mereda di wilayah Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar pun mulai berangsur pulih.
Batik Air menjadi maskapai pertama yang kembali melayani penerbangan pada Minggu (1/11/2026). Sementara itu, penumpang yang menggunakan layanan NAM Air dan Sriwijaya Air Group dijadwalkan kembali beroperasi pada Selasa (3/11/2026).
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, membenarkan pemulihan operasional penerbangan tersebut dilakukan secara bertahap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini sesuai planning baru Batik Air yang beroperasi. NAM Air dan Sriwijaya Air Group masih harus menunggu," kata Asri Alie, Minggu sore.
Berdasarkan jadwal operasional bandara, Batik Air kembali melayani sejumlah rute penerbangan dari Pangkalan Bun menuju beberapa kota besar. Pada Minggu ini, terdapat empat jadwal keberangkatan yang disiapkan untuk penumpang.
"Penerbangan pertama dengan nomor ID-6203 tujuan Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 08.10 WIB. Berikutnya, penerbangan ID-6134 menuju Surabaya dijadwalkan lepas landas pukul 09.45 WIB," katanya.
Kemudian, penerbangan ID-6303 tujuan Semarang dijadwalkan berangkat pukul 10.25 WIB. Sementara penerbangan ID-6205 dengan tujuan Jakarta dijadwalkan berangkat pada pukul 16.15 WIB.
"Kembali beroperasinya Batik Air menjadi awal pemulihan konektivitas udara dari Pangkalan Bun. Meski demikian, belum seluruh maskapai dapat kembali melayani penumpang seperti sebelum gangguan cuaca terjadi," katanya.
Berdasarkan informasi penerbangan yang diterbitkan pihak bandara, seluruh jadwal NAM Air pada Minggu (1/11) masih berstatus dibatalkan atau cancelled.
"Maskapai NAM Air dan Sriwijaya Air Group baru direncanakan kembali melayani penerbangan mulai 3 November mendatang. Pelaksanaan jadwal tersebut tetap menyesuaikan perkembangan kondisi cuaca dan kesiapan operasional masing-masing maskapai," pungkasnya.
Pihak Bandara Iskandar mengimbau calon penumpang agar memastikan kembali status keberangkatan melalui kanal informasi resmi maskapai masing-masing. Langkah ini penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan.




























































