Pengusaha teknologi Adam Robinson, istrinya, kedua anak mereka yang masih kecil, dan lima orang lainnya tewas pada hari Minggu waktu Amerika Serikat, ketika sebuah jet pribadi jatuh di Palm Beach County, Florida.
Pesawat jenis Learjet 60 itu sedang terbang dari Austin, Texas, menuju North Eleuthera di Bahama ketika jatuh tak lama sebelum pukul 13.00 siang waktu setempat. Pesawat terbakar hebat di dekat permukiman dan jalan raya yang sibuk. Kesembilan orang penumpang tewas.
Keluarga para korban mengonfirmasi bahwa Robinson, istrinya Helen Sharp, anak-anak mereka Emma (4) dan Charlie (2), serta tiga orang lainnya termasuk di antara korban tewas. Keluarga mengenang Adam dan Helen sebagai orang tua yang penuh kasih, dan anak-anak mereka adalah cahaya kehidupan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kisah cinta Helen dan Adam akan bertahan selamanya," kata saudara laki-laki Robinson dalam unggahan di media sosial, dikutip detikINET dari Newsweek, Selasa (3/11/2026).
Turut berada di dalam pesawat adalah teman mereka Rachael Reed dan Charmi Fehr, serta pengasuh keluarga, Anita Maria Apellido Cetina.
Robinson (45) adalah pengusaha teknologi dan pendiri/CEO Retention.com serta RB2B, dua perusahaan yang fokus membantu bisnis mengidentifikasi dan terhubung dengan pengunjung situs.
Menurut profil LinkedIn, ia mendirikan Retention.com Januari 2020 dan mengembangkan perusahaan tersebut hingga mencapai pendapatan berulang tahunan USD 20 juta dalam waktu 3,5 tahun, tanpa pendanaan luar.
Ia juga turut mendirikan Robly, perusahaan pemasaran email, pada tahun 2012. Robinson menjabat CEO perusahaan tersebut hingga Februari 2020 dan kemudian menjabat sebagai presiden.
Sebelum memasuki industri teknologi, Robinson bekerja sebagai trader kredit di Lehman Brothers dari tahun 2003 hingga 2008 dan di Barclays Capital dari 2008 hingga 2011.
Juni 2026, ia meluncurkan perusahaan lain, MoltSets, yang fokus pada penyediaan antarmuka pemrograman aplikasi (API) data kontak untuk agen kecerdasan buatan.
Robinson dan keluarga tinggal di Aspen, Colorado, tempat yang ia sebut impian lamanya. Dalam wawancara di podcast ProfitLed, ia bercerita tentang betapa ia menikmati kehidupan yang memungkinkannya menghabiskan waktu bersama anak serta mendukung istri mengejar karier sebagai seniman. "Saya merasa seperti hidup dalam impian," kata Robinson.
"Saya sangat bersyukur bahwa saya bisa melihat anak-anak saya di pagi dan malam hari, saya tidak perlu terlalu sering bepergian untuk urusan pekerjaan, dan saya bisa tinggal di tempat yang selalu menjadi impian saya ini," ungkapnya.















































