Bukan museum di Paris atau Barcelona. Museum di Beijing, China, ini menempati posisi teratas sebagai museum paling banyak dikunjungi di dunia sepanjang 2025.
Dikutip dari Time Out, Rabu (4/11/2026), adalah Palace Museum atau yang juga dikenal sebagai Forbidden City atau Kota Terlarang yang menjadi juara. Museum itu menerima sekitar 19 juta kunjungan, jauh melampaui museum-museum ternama lainnya, termasuk Louvre di Paris, Prancis.
Peringkat tersebut tercantum dalam laporan TEA Global Experience Index yang diterbitkan Themed Entertainment Association (TEA). Laporan itu menyajikan data kunjungan berbagai destinasi wisata dan tempat hiburan di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian TEA didasarkan pada jumlah kunjungan selama satu tahun kalender. Dengan demikian, peringkat tersebut tidak mencerminkan kualitas koleksi, keindahan arsitektur, kelengkapan fasilitas, maupun hasil survei popularitas museum.
Dalam penyusunan laporan, TEA menggandeng lembaga riset Entertainment + Culture Advisors (ECA) dan The Park Database (TPDB). Cakupan penilaian tahun ini juga diperluas dengan memasukkan istana bersejarah dan situs yang memiliki koleksi terkurasi, seperti Summer Palace di China dan Palace of Versailles di Prancis.
Museum-museum di Asia mendominasi daftar 20 besar. Tiga posisi teratas bahkan seluruhnya ditempati institusi dari China. Secara keseluruhan, terdapat 14 museum Asia dalam daftar tersebut, terdiri dari 12 museum China dan dua museum Korea Selatan.
Jika digabungkan, 20 museum dengan jumlah kunjungan tertinggi itu membukukan 161,4 juta kunjungan sepanjang 2025. Angka tersebut naik 5,4 persen dibandingkan total kunjungan pada 2024 di kelompok institusi yang sama.
Sementara itu, Louvre berada di peringkat keempat dengan 9.046.000 kunjungan. Jumlah tersebut masih terpaut hampir 10 juta kunjungan dari Palace Museum. Meski demikian, Louvre mempertahankan posisinya sebagai museum paling banyak dikunjungi di luar China.
Dua museum Eropa lainnya juga berhasil masuk jajaran 10 besar, yakni British Museum di London dan Palace of Versailles di Prancis. Adapun Metropolitan Museum of Art di New York, Amerika Serikat, berada di peringkat ke-17 dengan jumlah pengunjung hampir 6 juta orang.
Mengutip dari Time Out, berikut daftar lengkapnya berdasarkan 2025 TEA Global Experience Index:
1. Palace Museum, Beijing, China - 19.000.000 kunjungan
2. Summer Palace, Beijing, China - 17.381.000 kunjungan
3. Museum of Emperor Qin Shihuang's Mausoleum Site, Xi'an, China - 10.970.000 kunjungan
4. Musée du Louvre, Paris, Prancis - 9.046.000 kunjungan
5. Palace of Versailles, Prancis - 8.400.000 kunjungan
6. Shenzhen Nanshan District Museum, Shenzhen, China - 7.455.000 kunjungan
7. Natural History Museum, London, Inggris - 7.117.000 kunjungan
8. Vatican Museum, Kota Vatikan - 6.934.000 kunjungan
9. Opium War Museum, Dongguan, China - 6.929.000 kunjungan
10. National Museum of China, Beijing, China - 6.900.000 kunjungan
11. Gyeongbokgung Palace, Seoul, Korea Selatan - 6.887.000 kunjungan
12. National Museum of Korea, Seoul, Korea Selatan - 6.507.000 kunjungan
13. British Museum, London, Inggris - 6.440.000 kunjungan
14. Prince Kung's Mansion Museum, Beijing, China - 6.120.000 kunjungan
15. Sanxingdui Museum, Guanghan, China - 6.080.000 kunjungan
16. Chengdu Wuhou Shrine Museum, Chengdu, China - 6.030.000 kunjungan
17. The Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat - 5.984.000 kunjungan
18. Nanjing Museum, Nanjing, China - 5.860.000 kunjungan
19. Shenyang Palace Museum, Shenyang, China - 5.852.000 kunjungan
20. China Science and Technology Museum, Beijing, China - 5.530.000 kunjungan.


























































