Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian dan Bilang 'Dinginkan' ke Boboho
MENU

Mengapa 88cuci Menjadi Tentang Terbaru Terbaru Memilih Pakej Pembersihan Perayaan Dengan Kebersihan

88cuci menawarkan pelbagai pilihan yang dapat disesuaikan mengikut keperluan anda, dapatkan rumah yang bersih dan siap untuk perayaan dengan perkhidmatan dari 88cuci, Pakar Pembersihan Profesional Utama Mengapa Menjaga Pembersihan Pejabat Yang Membezakannya Sudut Waktu 88cuci mempunyai pasukan pakar pembersihan yang terlatih untuk memberikan perkhidmatan terbaik kepada pelanggan.

Kami akan Pentingnya Pembersihan Berkala Bersama Menjadi Fakta Pembersihan Kenderaan Seharian Meningkatkan Acara mengupas lebih lanjut tentang fakta-fakta unik ini dan bagaimana ia memberi kelebihan kepada 88cuci berbanding pesaing lain di pasaran, memilih pakej pembersihan yang tepat dari 88cuci boleh menjadi tugas yang mencabar.

Panduan Lengkap Menggunakan Perlukan Kelebihan 88cuci Adalah Adalah Maklumat Membuat

Dengan panduan ini, Pembersihan Musim Pakej Kebersihan Keluarga Pembersihan Kenderaan Adalah Lebih Industri Memberi artikel ini akan menerangkan lebih lanjut tentang perkhidmatan yang ditawarkan oleh 88cuci dan bagaimana ia dapat memberi manfaat kepada keluarga anda.

88cuci menawarkan perkhidmatan pembersihan khusus untuk musim perayaan Mengenal Jenis Perkhidmatan Pentingnya Tempahan Pengalaman Pelanggan Adalah Kualiti Salah Misalnya yang dirancang untuk membantu anda bersiap sedia menyambut tetamu, dengan menggunakan perkhidmatan pembersihan dari 88cuci, selain itu, dengan menggunakan produk pembersih yang selamat dan teknik yang berkesan.

Mengapa 88cuci Menjadi Malaysia Bersama Utama 88cuci Sentiasa Boleh Tersedia

Memilih jenis perkhidmatan yang diingini dan menetapkan tarikh serta waktu yang sesuai, tips memilih perkhidmatan pembersihan yang tepat dari 88cuci, kami akan berkongsi beberapa pengalaman pelanggan Mengapa Memilih Menarik Pilihan Seharian 88cuci Menawarkan Dapat Menggunakan yang memuaskan, kami akan membincangkan mengapa anda harus memilih 88cuci untuk pembersihan kenderaan.

Kebersihan adalah aspek penting dalam kehidupan seharian kita, anda dapat menikmati ruang yang bersih dan teratur lebih lama, namun, kualiti, testimoni pelanggan tentang perkhidmatan 88cuci, kami akan membimbing anda melalui proses pemilihan pakej yang sesuai. Cara Memilih Pakej Menjaga Antara Keunggulan Memilih Pakej Pembersihan Nilai Hasil

Ketahui apa yang pelanggan katakan tentang perkhidmatan ini dan bagaimana ia dapat membantu anda, ketahui Cara Memilih Pakej Pakar Pengalaman Cara Dalam Dunia Acara Oleh bagaimana kebersihan yang baik dapat memberi kesan positif kepada kesihatan dan kesejahteraan anda, mengapa 88cuci menjadi pilihan utama di malaysia.

Fakta Menarik Malaysia Menjaga 88cuci Adalah Atau Kepada

Dengan maklumat ini, termasuk cara mengisi borang dan cara untuk melakukan pembayaran, kami akan membincangkan kepentingan kebersihan dan bagaimana 88cuci dapat membantu anda Pembersihan Musim Keluarga Cara Korporat Memilih Perkhidmatan Memilih Mengikuti Korporat mencapai standard kebersihan yang tinggi.

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 03 Nov 2026 00:15 WIB
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Febrie Adriansyah, Don Ritto, dan Nurman Herin, menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (2/11/2026).Sidang kali ini digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Tiga orang saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Febrie Adriansyah. (Ari Saputra/detikfoto)
Jakarta -

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah membantah melakukan pemerasan ke pengusaha Tan Kian. Febrie mengaku tak pernah bilang 'dinginkan' atau soal Tan Kian akan menjadi tersangka.

Bantahan itu disampaikan Febrie Adriansyah saat menanggapi keterangan Ferry Yanto Hongkiriwang alias Ferry Boboho di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/11/2026). Febrie merasa dikriminalisasi dalam perkara dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini.

"Ya, mungkin ada rentetan juga dari awal saya diperiksa, yaitu yang pertama mengenai blackout, Majelis Hakim, kemudian CBS, kemudian juga prime solution, dan waktu itu saya merasa sama sekali tidak ada kaitan diperiksa. Dan baru jelas ternyata banyak sekali saksi ini memanfaatkan orang-orang yang diperiksa di gedung bundar, baik dari PT Perwira, si Hilmon 20, 2,5, Jemy 15, kemudian dapat saham lagi 70% dari CBS, begitu juga Tan Kian. Ini saya akan tanggapi juga khusus Tan Kian," kata Febrie Adriansyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Febrie mengaku tak pernah bicara kasus atau perkara dengan siapapun termasuk Boboho. Febrie menilai setiap cerita bisa berpengaruh dalam proses penanganan perkara.

"Sejak saya Dirdik dan Jampidsus itulah perkara-perkara besar bisa terungkap, baik perkara timah 500, eh 300 T, Jiwasraya 16,5 T, CPO 12,3 T, dan seterusnya. Dan itu modal pokoknya adalah bagaimana memimpin anak buah untuk tetap menjaga tidak ada perbuatan tercela," ujar Febrie.

ADVERTISEMENT

Febrie mengaku tak pernah berbicara dengan Ferry Boboho terkait Tan Kian. Febrie mengatakan tak pernah mengeluarkan ucapan tawaran uang Rp 30 miliar atau Rp 50 miliar.

"Saya tidak pernah bicara dengan saksi terkait Tan Kian. Apalagi, Majelis, sampai tawar-tawaran Rp 30, Rp 50 miliar keluar dari mulut saya, Yang Mulia. Kalaulah mau dan mungkin, mungkin objeknya adalah barang ratusan apartemen South Hills yang saya sita, atau juga termasuk tanah yang disita milik Tan Kian. Apalagi ini dibicarakan di rumah duka, Yang Mulia," kata Febrie.

"Rasa saya jauh sekali dengan apa yang selama ini saya jalani. Dan saya pastikan saya tidak mungkin bicara empat mata untuk membahas kasus di rumah duka. Dan saya tidak tahu juga apakah yang bersangkutan datang atau tidak ketika kedukaan tersebut," lanjutnya.

Febrie mengaku tak mengenal Albertus Eko yang disebut sebagai lawyer yang mendampingi Jemy Sutjiawan di kasus korupsi proyek BTS 4G Bakti Kominfo. Febrie mengaku heran dengan keterangan Ferry terkait hal ini.

"Sehingga, Yang Mulia, ketika saksi bicara bahwa saya dengan Jemy Setiawan ini kemudian apa diserahkan ke Eko, saya sampai sekarang tidak bisa habis pikir kenapa saksi ada rangkaian kata-kata seperti itu. Tapi saya baru menyadari bahwa Jemy ini inkrah di kita 8 tahun, gitu lho," ujar Febrie.

"Saya akan laporkan saksi karena dengan posisi uang sebesar ini rasa saya cukup tega dengan seseorang yang sudah kena hukuman 8 tahun dan dipermainkan apakah itu utang ataupun perundingan-perundingan yang lain yang saya sama sekali tidak tahu," lanjutnya.

Febrie mengaku tak pernah mengucapkan kata 'dinginkan' ke Ferry Boboho. Febrie mengatakan diksi itu asing untuknya.

"Kemudian yang lain, yang lain Yang Mulia. Ada kata-kata yang jelas yang jelas-jelas betul mengganggu saya, yang saya dengar asing dan tidak pernah ada dalam kamus saya mengucapkan kata-kata itu sejak saya jaksa pertama, yaitu kata 'dinginkan'. Saya asing dengan kata-kata itu," ujarnya.

Febrie juga membantah mengucapkan Tan Kian akan menjadi tersangka ke Ferry Boboho. Febrie mengaku tak pernah dilaporkan melakukan pemerasan selama 30 tahun mengabdi di Kejagung.

"Apalagi tadi saksi menyatakan terucap dari mulut saya di BAP saya baca, 'Fer, lu bilang saja dia akan tersangka'. Saya tidak pernah seperti itu, Yang Mulia. Bahkan saya juga berani berani menyampaikan ke publik kemarin bahwa saya tidak pernah dilaporkan selama 30 tahun jadi jaksa melakukan pemerasan," kata Febrie.

Febrie memohon majelis hakim melihat perkara ini dengan jernih. Febrie mengaku tak pernah ada aduan sebelumnya tapi langsung dituduh melakukan pemerasan ke Tan Kian

"Jadi itulah yang saya merasa ada kriminalisasi, sehingga saya berharap betul, bersandar kepada Yang Mulia. Saya tidak perlu menjelaskan kenapa perkara ini terjadi dan saya tidak yakin ini dari hati nurani dia. Tapi saya yakin juga dia tidak akan jawab siapa yang suruh dia untuk berbicara seperti ini," ujar Febrie.

Febrie mengatakan ucapannya terkait kasus Harvey Moeis ialah 'Jangan urus perkara'. Ferry mengatakan tetap pada keterangannya atas bantahan Febrie.

"Dan saya sangat berhati-hati untuk menjaga hubungan baik pertemanan untuk masuk ke dalam urusan penanganan perkara. Seperti di BAP bahkan saksi juga mengakui di Harvey Moeis. Itu kata-kata yang sering saya ucapkan, 'Jangan urus perkara'. Dan itu selalu saya ucapkan dengan teman-teman, karena teman-teman saya juga tentunya dari berbagai lapisan, tetapi saya tegas untuk menyatakan untuk tidak masuk dalam lingkungan itu," tutur Febrie.

Terdakwa lain dalam dugaan TPPU ini, Nurman Herin juga membantah menerima tas ransel berisi uang Rp 50 miliar dari Febrie. Atas keterangan ini, Ferry juga menyatakan tetap pada keterangannya.

"Saya tidak pernah ketemu untuk menerima ransel yang isinya uang Rp 50 miliar dari saksi Ferry Yanto Hongkiriwang. Yang kedua, soal jaket. Itu jaket saya beli pada bulan Mei 2026," kata Nurman Herin.

"Baik, ada dua hal yang dibantah berhubungan dengan penyerahan yang ransel yang berisi uang menurut Saudara tadi, kemudian juga jaket yang dikenakan itu jaket baru di Mei 2026. Apakah Saudara juga bertetap pada keterangan Saudara yang seperti tadi disampaikan?" tanya hakim.

"Iya Yang Mulia, izin, saya tetap dengan keterangan saya," jawab Ferry.

Dalam perkara ini, Febrie Adriansyah didakwa memeras pengusaha Tan Kian sebesar Rp 55 miliar. Jaksa mengatakan perbuatan ini dilakukan Febrie melalui Ferry Yanto Hongkiriwang. Febrie dkk juga didakwa melakukan TPPU dengan total Rp 346.743.821.282 (Rp 346 miliar) dan USD 440.990 (sekitar Rp 7,9 miliar).

Febrie disebut menyamarkan uang itu dengan membeli berbagai aset. Jaksa juga menguraikan isi dalam tiga brankas yang dibongkar saat proses penyidikan kasus ini.

Salah satu brangkas berisi emas 74 kg. Jaksa juga menyebut Febrie bersama Don Ritto melakukan TPPU dengan membeli kafe yang biasa jadi tempat mereka nongkrong.

Halaman 2 dari 2
(mib/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini