Jumlah operasional transportasi udara yang terdampak kabut asap karhutla di wilayah Kalimantan menunjukkan tren penurunan. Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan mencatat penurunan sekitar 23 persen.
"Jumlah penerbangan terdampak di Kalimantan pada periode ini menurun sebanyak 90 penerbangan atau sekitar 23 persen," ujar Kepala Otban Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, Rabu (4/11/2026).
Otban mencatat sebanyak 301 penerbangan masih terdampak oleh asap selama periode 26 Oktober hingga 1 November 2026. Jumlah tersebut menurun dari periode sebelumnya yang terdapat 391 penerbangan terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 301 penerbangan terdampak oleh asap kebakaran hutan dan lahan selama periode 26 Oktober - 1 November 2026," kata Ferdinan.
Jumlah tersebut terdiri atas 290 penerbangan yang mengalami pembatalan atau penundaan. Sementara itu, sekitar 11 penerbangan mengalami keterlambatan. Tidak terdapat penerbangan yang mengalami pengalihan ke bandar udara lain pada periode ini.
"Ada 290 penerbangan mengalami cancelled atau postponed dan 11 penerbangan mengalami delayed. Tidak ada diverted di periode ini," imbuhnya.
Ferdinan menyampaikan jumlah penerbangan yang mengalami keterlambatan menurun dari 27 menjadi 11 penerbangan yang terdampak. Penerbangan yang mengalami pembatalan atau penundaan juga menurun dari 364 menjadi 290 penerbangan.
"Secara kategori, delayed turun sekitar 59,3 persen, kemudian penerbangan cancelled atau postponed menurun 20,3 persen," ucapnya.
Otban Wilayah VII Balikpapan akan terus memastikan hak-hak penumpang terpenuhi oleh badan usaha angkutan udara. Maskapai penerbangan wajib memberikan kompensasi sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Maskapai penerbangan wajib memenuhi hak penumpang, termasuk pemberian kompensasi keterlambatan, penjadwalan ulang penerbangan atau reschedule, hingga pengembalian biaya tiket secara penuh atau full refund sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Ferdinan.
Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan seluruh maskapai dan penyelenggara bandar udara, serta pihak terkait lainnya. Upaya ini untuk memastikan kelancaran aspek operasional penerbangan.
"Kami akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkelanjutan serta meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kelancaran operasional penerbangan selama karhutla berlangsung," pungkasnya.




























































