Dua helikopter bertabrakan saat hendak mendarat di dekat Base Camp Gunung Everest, Nepal. Kecelakaan tersebut menyebabkan satu wisatawan asal India tewas.
Dikutip dari BBC, Rabu (4/11/2026), kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.15 waktu setempat pada Rabu (4/11) di Pheriche, sebuah desa yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Base Camp Everest.
Rekaman video yang telah diverifikasi menunjukkan baling-baling kedua helikopter saling bersentuhan ketika pesawat berusaha mendarat. Benturan tersebut menyebabkan salah satu helikopter mengalami kerusakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan helikopter Fishtail Air mengidentifikasi korban meninggal sebagai Vasanth Kumar Balaramudu. Salah satu helikopternya terlibat dalam tabrakan tersebut.
Selain korban tewas, seorang penumpang asal Selandia Baru dan pilot helikopter Fishtail Air mengalami luka-luka. Keduanya berhasil dievakuasi dan dibawa ke Kathmandu untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, helikopter kedua dioperasikan oleh Air Dynasty dan sedang mengangkut barang. Perusahaan tersebut menyebut pesawat hanya diawaki satu orang kru yang tidak mengalami luka dalam insiden itu.
Juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Nepal, Gyanendra Bhul, mengatakan kecelakaan diduga terjadi karena kedua helikopter berusaha mendarat di lokasi yang sama.
Dalam rekaman kejadian, kondisi cuaca terlihat cukup cerah tanpa indikasi angin kencang. Salah satu helikopter juga tampak turun lebih cepat dibandingkan pesawat lainnya.
Helikopter menjadi salah satu moda transportasi penting di Nepal, terutama untuk menjangkau wilayah pegunungan Himalaya yang sulit diakses melalui jalur darat. Namun, perubahan cuaca yang cepat dan kondisi penerbangan di ketinggian ekstrem membuat operasional penerbangan di kawasan tersebut memiliki risiko tersendiri.
Desa Pheriche berada di ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menjadi salah satu titik yang dilalui pendaki menuju puncak Everest.
Saat kecelakaan terjadi, ekspedisi pendakian Gunung Everest dan Ama Dablam tengah berlangsung. Musim gugur memang menjadi salah satu periode favorit bagi pendaki untuk menjelajahi kawasan Himalaya.


























































