Greenland membuka bandara internasional baru di Kota Ilulissat untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Pemerintah Greenland berharap akses penerbangan yang lebih mudah itu bisa mendorong pariwisata dan mengurangi ketergantungan ekonomi pada sektor perikanan.
Penerbangan internasional perdana dari Kopenhagen, Denmark, menuju Ilulissat berlangsung pada Kamis. Pesawat Airbus A330neo milik Air Greenland itu membawa 169 penumpang dalam perjalanan selama 4,5 jam.
Mengutip Associated Press, Rabu (4/11/2026) Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, turut dalam penerbangan tersebut. Nielsen menyebut bandara baru itu sebagai salah satu investasi terbesar dalam sejarah Greenland.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penguatan ekonomi dan industri diperlukan jika wilayah tersebut ingin meraih kemerdekaan dari Denmark. "Jika Greenland ingin merdeka, kami perlu memiliki fondasi yang kuat, baik dari sisi ekonomi maupun industri dan bisnis," kata Nielsen.
Greenland merupakan wilayah otonom Denmark dengan populasi sekitar 56 ribu orang. Wilayah Arktik ini juga menjadi perhatian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang beberapa kali menyampaikan keinginan untuk mengambil alih Greenland.
Ketegangan tersebut sempat mempengaruhi hubungan Denmark dengan negara-negara anggota NATO.
Menteri Keuangan Denmark, Peter Hummelgaard, yang ikut dalam penerbangan perdana itu juga mengatakan situasi tersebut telah membayangi Denmark, terutama Greenland. Ia berharap pembukaan bandara baru membawa harapan dan optimisme.
Kota Ilulissat dikenal sebagai Kota Gunung Es dan menjadi salah satu destinasi wisata populer di Greenland. Kota berpenduduk sekitar 5.000 orang itu menawarkan wisata kereta luncur anjing hingga pelayaran menyusuri fjord yang dipenuhi gunung es.
Sebelum bandara baru beroperasi, wisatawan harus menggunakan kapal pesiar, pesawat kecil dari Islandia, atau transit melalui bandara lain di Greenland. Kini, Ilulissat memiliki terminal seluas 5.000 meter persegi dan landasan pacu sepanjang 2.200 meter yang dapat menampung pesawat besar.
Air Greenland berencana melayani hingga enam penerbangan per minggu dari Kopenhagen pada musim panas tahun depan. Icelandair juga akan membuka penerbangan menggunakan pesawat besar. Warga Ilulissat, Kirsten Berthelsen, menyambut baik kemudahan akses tersebut.
"Sangat menyenangkan karena sekarang kita bisa bepergian langsung. Terkadang cukup sulit untuk bepergian dari Nuuk maupun ke negara lain," kata dia.
Meski jumlah wisatawan mancanegara meningkat sedikitnya 65% sejak 2018 hingga hampir 150 ribu orang pada 2024, lonjakan pariwisata belum sepenuhnya terjadi. Pada tahun tersebut, pariwisata menyumbang kurang dari 5% terhadap produk domestik bruto (PDB) Greenland.
Keterbatasan infrastruktur, termasuk jumlah hotel, masih menjadi kendala. Ketegangan politik dengan Amerika Serikat juga membuat sebagian wisatawan membatalkan perjalanan mereka.
Di sisi lain, rencana mendatangkan lebih banyak wisatawan memunculkan kekhawatiran terhadap lingkungan Greenland yang rentan. Mantan Wali Kota Regional, Palle Jerimiassen, khawatir jumlah pengunjung yang terlalu banyak dapat membebani lingkungan, penduduk, dan infrastruktur setempat.
"Kami menyambut semua wisatawan karena ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan pemasukan baru. Namun, kami harus tetap berhati-hati," ujar Palle.


























































